Xherdan dan Selera Humor Buruk

Barangkali Wahyu Aldilla seorang penggemar sepakbola, setidaknya pendukung Tim Nasional Indonesia. Karyawan Pelindo II ini berangkat dari Pangkal Pinang ke Jakarta untuk menonton pertandingan Tim Nasional Indonesia U-19 menghadapi Jepang pada Minggu malam sebelum kejaian naas itu.

Ia berangkat dengan puteranya, Xherdan Fachridzi bocah usia 4 tahun itu ia beri nama. Ia meninggalkan Pratiwi–isteri yang tengah hamil 5 bulan. Saya menduga Wahyu memang seorang penggemar sepakbola. Setidaknya dari nama puteranya. Xherdan Shaqiri adalah nama Gelandang Tim Nasional Swis keturunan Kosovo muslim yang bermigrasi ke Swiss pada 1992 akibat perang saudara yang pecah menjelang bubarnya Yugoslavia.

Senin pagi pukul 06.10 Wib Wahyu dan Xherdan berencana kembali ke Pangkal Pinang, sesuai jadwal 07.20 Wib Xherdan akan bertemu dengan ibunya dan Wahyu bertemu isteri-Pratiwi- yang telah menunggu mereka di Pangkal Pinang. Namun naas, manusia punya rencana, Allah pun punya rencana untuk manusia. Rencana Allah di atas rencana manusia. Pesawat Lion Air JT610 yang mengantarkan mereka jatuh di perairan Teluk Kawarang, 12 menit setelah lepas landas.

Sejak menjadi seorang ayah kisah ayah dan anak seperti ini selalu berhasil membuat mata berkaca-kaca.

Tanpa photo seram dan mengerikan berupa potongan tubuh dan lainnya yang dibagikan oleh orang-orang yang gemar ”berbagi”, saya membayangkan bagaimana upaya Wahyu menenangkan Xherdan, sementara ia sendiri berada dalam ketakutan yang mencekam pula, saat pesawat menukik tajam dari ketinggian 5.000 kaki lalu menebus lautan hingga kedalaman 30 M. Barangkali Wahyu mendekap kencang tubuh mungil Xherdan sambil melafalkan kalimat tauhid. Laillaha illallah. Barangkali juga mereka saling bertatapan dan tersenyum menuju dipertumakan di alam lain.

Pratiwi. Wanita tengah hamil 5 bulan itu, tak sanggup saya membayangkan seperti apa kesedihan yang tengah dideritanya. Seandainya ia berada dalam lingkaran pertemanan saya di sosial media, saya menahan diri untuk tidak menyebarkan photo-photo tengah bersenang-senang dan bergembira dengan anak.

Yang tak habis pikir. Musibah naas ini, pada saat keluarga barangkali seluruh kita ikut berduka masih saja ada orang-orang punya selera humor murahan dengan menjadikannya sebagai bahan lelucon. Seperti sebuah meme ini.

“Satu-satunya Pramugari Lion Air yang selamat” seorang nenek peot dan renta menggunakan kostum pramugari berwarna merah menyeret travel bag.

Kita tidak hanya tengah bermasalah dalam perihal kebangsaan dan kenegaraan tapi juga tengah mengalami selera humor yang menukik tajam.

Menurut Squid Ward humor yang paling buruk adalah ketika seseorang yang melakukan sesuatu untuk membuat orang-orang tertawa.

Kategori Telaah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini:
search previous next tag category expand menu location phone mail time cart zoom edit close