Brivenbus

Brivenbus dalam Bahasa Belanda. Bis Surat dalam Bahasa Indonesia begitulah tulisan berwarna hitam yang tertulis pada box berwarna merah bata. Dilengkapi dengan sebuah lubang untuk memasukan surat. Secara berkala petugas akan mengambil surat yang terkumpul di dalamnya. Membawanya ke kantor pusat lalu memilah sesuai dengan kota tujuan masing-masing surat yang dituliskan oleh pengirim.

Kapan kau terakhir kali memasukan surat dengan amplop berperangko ke dalamnya?
Barangkali di penghujung 1998, tiga bulan setelah Orde Baru runtuh.
Seminggu setelah kau menerima khabar darinya. Ia tak kuasa menolak pilihan orangtua untuk bersanding di pelaminan dengan seorang perwira menengah yang baru menyelesaikan pendidikan militer pada awal tahun depan.
Kau percaya “kata-kata lebih tajam dari pedang, lebih mematikan dari belati bahkan senjata api” yang kau kutip dari sebuah novel yang sudah lupa judul dan penulisnya serta kapan kau baca. Itulah sebabnya kau tulis dan kirim surat bermaksud mencegah pernikahan itu.

Surat yang kau tulis berulang-ulang. Karena tetes air mata yang tak kuasa kau bendung. Tetasan air mata menyebabkan tinta meluber sehingga huruf-huruf yang kau tulis di kertas surat airmail tidak terbaca dengan jelas. Kau takut dia salah memahami maksud suratmu.

Namun apadaya, tukang pos kepa**t itu baru mengantarkan suratmu seminggu setelah sebuah cincin dengan aksiran nama laki-laki itu melingkar di jarimanisnya.
Setelah itu kau membenci segala tetek-begek tentang pos. Bahkan ketika berkunjung ke sebuah museum dengan dengan puteramu kau menikung tajam beberapa langkah sebelum memasuki sebuah lorong yang pada bagian paling ujung berdiri Brivenbus malang karena disingkirkan zaman.

****

Bisa saja puluhan tahun ke depan, mesin ATM akan mengalami nasib yang sama? Ketika transaksi tunai tersingkir oleh transaksi online dengan menggunakan uang elektronik. Dompet yang biasanya sesak oleh uang cash berbagai macam kartu debit menjadi longgar karena uang elektronik cukup simpan di ponsel. Seperti Brivenbus ini tersingkir oleh surat elektronik dan berbagai macam aplikasi perpesanan dengan layanan internet.

****

Al Albana, Andaleh, 19 Rabiul Awal 1440

Kategori Historia

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini:
search previous next tag category expand menu location phone mail time cart zoom edit close