Indomie Umami

Semua mahfum, bahwa Indomie adalah makanan sejuta umat. Tak peduli apapun nama brandnya ; Sarimie, Supermie, Mie Sedap, Mie ABC, Mie 100 dan banyak lainnya semua kita sebut Indomie. Terutama bagi anak kost, Mie Instant adalah dewa penyelamat di penghujung bulan saat kiriman uang jajan belum juga datang.

Tidak hanya di Indonesia bahkan PT. Indofood Sukses Makmur selaku produsen Indomie juga sukses meracuni orang Afrika dan Eropa Tengah dengan Mie Instant buatannya. Keteteran memenuhi kebutuhan rakyat Afrika yang sudah keranjingan Indomie maka Indofood mendirikan pabrik di Nigeria. Begitu pula di Serbia juga sudah berdiri Pabrik Indomie.

Sebenarnya Indomie dengan diseduh air panas dari termos saja sudah enak. Namun Indofood dan produsen Mie Instant lain tak pernah lelah berinovasi mengikuti lidah kita yang tak kenal puas. Belasan bahkan pulahan varian Indomie yang di Produksi oleh Indofood ; yang paling populer tentu Indomie rasa kari ayam (menurut saya) selanjutnya ada Mie Goreng Cabe Ijo, Mie Goreng Iga Penyet, Mie Goreng Ayam Bawang, Mie Goreng Rendang, Soto Medan dan banyak lainnya. Begitu pula dengan produsen Mie Instan lainnya. Meraka saling berlomba, saling tiru-meniru atau memodifikasi racikan kompetitornya.

Orang-orang Batavia (terutama generasi milenial) menemukan puncak kenikmatan Indomie di Warunk Upnormal, pada menu Indomie Saos Telur Asin yang sedang ngehits. Saya belum pernah ke sana, jadi tidak bisa membenarkan atau menafikan khabar ini.

Bagi saya, cara makan Indomie yang paling enak yang pernah saya rasakan adalah ; Indomie Kari Ayam, pastinya pakai telur, dengan toping abon dan keju . Tapi itu dulu sebelum seorang spritualis kuliner membagikan resep ini di beranda media sosialnya. Racikan yang konon ia temukan tak sengaja saat bersembunyi di sebuah periggi tua pada sebuah pulau terpencil dari kejaran suku terasing di Kaledonia. Beruntung ia selamat sehingga bisa membagikan resep luar biasa ini, tidak seperti nasib malang yang menimpa John Allen Chou yang dibunuh oleh suku terasing di Pulau Sentinel Utara.

Sebagai amal jariyah beliau, saya teruskan resep rahasia itu untuk kawan-kawan semua.

Adapun pagi ini, karena warung tetangga stok Indomie Soto Medan sedang habis, saya kembali ke selera asal Indomie Rasa Kari Ayam. Saya rasa Indomie Soto Medan bukannya sedang habis tapi tak pernah ada di Sumatera Barat. Meski bertetangga provinsi, varian ini sulit ditemukan di sini, barangkali distributor tidak ingin ambil resiko terjadi clash dengan Indomie Mie Goreng Rendang atau Indomie Goreng Rasa Dendeng.

Konon khabarnya di tempat asalnya, Indomie Soto Medan sangat digemari. Bahkan ada kabar yang tidak bisa saya konfirmasi kebenarannya, bahwa Hotman Paris minta selalu minta dimasakkan indomie Soto Medan ini setiap kali pulang kampung ke Tarutung, begitu pula dengan Ruhut Sitompul. Kahiyang Ayu barangkali juga sama ; setiap kali diajak Bobby pulang kampung ke Medan.

Saya tak tahu, alasan mana yang lebih tepat dan masuk akal diantara keduanya sehingga sulit menemukan Indomie Soto Medan di Nagari Rendang ini.

Tak apalah kembali ke selera asal- Indomie rasa Kari Ayam. Sebenarnya, varian Indomie ini sudah enak meski tanpa tambahan apa pun. Tapi berhubung yang ingin kita capai adalah cita rasa yang orgasmik tertinggi maka treatment rahasia ini perlu juga untuk dilaksanakan.

Begitupula dengan Wafer Keju Rechesee dan susu bubuk juga tidak juga tidak tersedia di warung tetangga saya ganti dengan kerupuk kulit dan susu kental manis (ehh sudah tidak boleh disebut susu lagi ya?)

Adapun bahan-bahanya ;

●Indomie Kari Ayam (boleh juga varian lain, sesuai selera.

●Telur (Buras, bebek, negeri, sesuai selera.

●Susu bubuk apasaja (karena di dapur hanya ada susu kental manis saya gunakan ini).

● wafer keju rechesee (saya ganti kerupuk kulit).

Cara penyajian penyajian (tidak pantas jika disebut cara memasak, karena cuma mie instant);

Panaskai air berserta beberapa daun bawang yang sudah rajang. Pada saat air mendidih, tambahkan dua sendok susu bubuk Dancow (atau satu sendok kental manis) menjelang airnya mendidih. Ini juga berlaku untuk mi goreng yang airnya dibuang.
Saat meracik bumbu, buang seperempat bumbunya, jangan dimasukin semua. Ini bagian pentingnya supaya rasanya tak bertabrakan.

Setelah itu, baru diaduk hingga merata. Kalau sudah tercampur, masukkan dua potong wafer keju Richeese yang sudah diremukan (saya menggantinya dengan kerupuk kulit). Biarkan sampai mencair sendiri kayak seblak.

Remah-remah wafer (kerupuk kulit) dan rawit yang sudah dipotong-potong dengan level sesuai selera gunakan sebagai toping.

Selama ini mie istant melekat dengan stigma negatif penjadi penyebab berbagai penyakit dan nirgizi. Saya tidak bisa menyangkal tuduhan mie instan sebagai sumber penyakit tapi kalau Indomie seperti ini dianggap nirgizi saya tidak setuju, setidaknya ada telur dan susu di sebagai sumber protein.

Selamat mencoba.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini:
search previous next tag category expand menu location phone mail time cart zoom edit close