Pada Kalender

Oleh : Zawawi Imron

Orang-orang katanya, harus percaya pada kalender Orang-orang katanya, masih percaya pada kalender Memasangnya, menjenguknya, dan menyobeknya tanpa rasa nyeri. Padahal menyobek itu ngeri meski berapa tumpuk medali dikantongi.

Umur-umur berlepasan dari kalender, seperti tersirat pada sajak Abu Nawas: “Umur makin berkurang dan dosa makin bertambah.”

Memang perlu percaya pada kalender, lebih-lebih pada celengan waktu yang tak hanya menghimpun duri dan debu.

Kita, seperti pelancong laut yang naik kapal, makin dekat ke dermaga waktu semakin mahal.

Berapa kali Tuhan menyindir penuh rasa sayang, tapi aku makin keledai. Yang rugi bukanlah waktu, yang duri adalah nafsu, yang tajam adalah lidah.

Orang sehat ingin duduk di atas kursi yang “kecuali”. Yang rugi bukanlah waktu.

Kita kembali saja pada kalender, tempat sayang dibentang, janji ditagih, rugi ditendang, kalbu diasah, hingga detik bisa direntang menjadi tahun,menjadi kasih, menjadi nur.

Tapi jangan lupa, dalam kalender ada ingin melahirkan siasat. Ada siasat melawan trik, ada trik melawan akrobat, ada akrobat dibantu culas, culas didukung kertas, modem, internet, henpon, senjata dan segalanya, sampai kenyataan jadi semrawut porak poranda, jadi puing, jadi serpih-serpih tembikar dan sejuta cabik yang tak berharga.

Kiamat tinggal sejengkal dan neraka tinggal sehasta.

Tak ada sesal, tak ada tobat. Pisau tak tajam lagi, air tak basah lagi, api tak panas lagi, aku tak orang lagi, orang tak manusia lagi, manusia tak nurani lagi, nurani tak nurani lagi, lagi tak lagi lagi, dan tak lagi dan tak lagi dan dan dan…. teruskan sendiri.

Seorang sufi bilang padaku bahwa, aku yang baca puisi ini adalah bangkai, sedangkan aku telah lama mati, pas di bawah kalender, pukul sembilan tigapuluh, waktu Indonesia bagian karat.

Kategori Sastra

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini:
search previous next tag category expand menu location phone mail time cart zoom edit close