GODAAN UTANG

Renald Khasali memberikan gambaran masa depan kehidupan manusia dalam buku Disruption, begitu pula Yuval Noah Harari dalam Homo Deus. Bahwa peradaban akan mengalami perubahan besar pada abad-abad mendatang. Harari-Sejarahwan Israel ini menelaah masa depan dan mengekplorasi bagaimana kekuatan besar bergeser dari kekuatan awal kemampuan berevolusi dan seleksi alam saat ini dan nantinya tergantikan oleh teknologi tingkat tinggi seperti kecerdasan buatan (Artifisial Intellegensia) dan rekayasa genetika.

Perkembangan sains mengakibatnya manusia kehilangan dominasinya atas peradaban dunia. Manusia akan tergantikan oleh mesin (teknologi) yang diciptakannya. Perkembangan teknologi informasi mengakibatkan hubungan sosial antar sesama manusia semakin renggang. Google Map misalnya. Hanya dengan menginput lokasi yang dituju, google akan menuntun kita ke tempat tujuan. Kita tidak butuh orang-orang untuk bertanya sepanjang perjalanan. Otamatis hal-hal seperti ini juga mengakibatkan generasi yang akan datang kehilangan kemampuan berkomunikasi dan bersosialisasi dengan sesama. Begitu banyak tantangan yang akan dihadapi manusia di abad-abad mendatang akibat perkembangan teknologi.

Perkembangan teknologi informasi membawa perubahan besar dalam pola konsumtif masyarakat. Jika dulu kebutuhan dasar hidup manusia hanya tiga ; sandang, pangan dan papan, sekarang sudah meningkat entah menjadi berapa? lifesytyle salah satunya. Bahkan terkadang biayanya melebihi akumulasi ketiga kebutuhan dasar yang kita kenal selama ini.

Hampir semua kebutuhan (terutama keinginan) kita saat ini adalah hasil konstruksi budaya industri. Dengan menggunakan corong-corong media televisi dan internet. Jika kita cermati hampir semua iklan bertujuan mendatangkan rasa tidak puas terhadap segala yang kita miliki ; rumah, mobil,pakaian, sepatu, jam tangan, rambut, kulit, lingkar pinggang, lingkar dada, liburan dan banyak lainnya.

Boombardir dari berbagai iklan produk konsumtif ini bukan masalah bagi orang-orang yang mempunyai kemampuam finansial. Masalahnya orang yang punya kemampuan finansial terbatas sedangkan produksi mesti jalan terus. Maka yang disasar adalah mereka yang belum pantas untuk mengkonsumsi barang atau jasa yang diproduksi. Caranya dengan bantuan lembaga keuangan ; Bank atau Leasing. Pembelian secara kredit. Utang yang mengandung riba.

Perkembangan selanjutnya, Orang-Orang berduit atau publik figur cukup sebagai Brand Ambasador saja. Lagi pula orang-orang seperti ini membeli dengan cara cash bukan kredit, sehingga rantai keuantungan yang didapat dari mereka juga lebih pendek dan sedikit dibandingkan penjualan secara kredit.

Dengan bantuan lembaga keuangan membuat kita mudah mendapatkan segala keingingan yang telah dikontruksikan oleh budaya industri. Ingin punya mobil, rumah, motor besar, makan di restauran dan hotel berbintang, pendidikan berkualitas, asuransi berkelas bahkan paket liburan keliling dunia bisa didapatkan dengan dan cara kredit (kartu kredit, cicilan dll).

Enakan ? Dinner di resto atau hotel bintang atau liburan ke Eropa tanpa punya uang alias ngutang. Liburan dulu atau makan enak dahulu setelah itu kerja keraa untuk mencicil utang.

Salah satu Basic life skill yang harus dipersiapkan untuk generasi yang akan datang yaitu mampu mengindari jebakan utang rina demi lifestyle ; agar terlihat keren dan menjulang, agar terlihat seperti penghuni bumi kekinian.

Kategori Esai

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini:
search previous next tag category expand menu location phone mail time cart zoom edit close