Menahan Keinginan

#DearAlwi,

Tak ada beda weekday dengan weekend pun akan selalu seperti itu. Rutinitas kita mengawali hari hampir selalu sama. Setelah mandi dan bersalin kita menyusul bunda ke dapur. Di atas meja dapur di sela-sela toples gula, kopi, teh dan aneka bumbu dapur tersembul segelas kopi mix milik bunda. Lalu ayah mengambil dua gelas. Menuang air panas ke dalam kedua gelas itu secara bergantian lalu mencelupkan teh. Gelas untukmu selalu diberi gula sedangkan gelasku sekali-kali tanpa gula. Gelas yang besar untukku sedangkan yang agak kecil untukmu. Minggu pagi ini pun demikian. Segelas teh telah mengenangi perut kita masing-masing bunda pun dengan kopimix-nya. Hari ini kita jogging di acara rutin Car Free Day setiap minggu pagi di Jl. Khatib Sulaiman.

Baru sampai areal parkir di samping TransMart kamu sudah bilang lapar. Saya paham karena kita minun teh tanpa ‘ganjal’. Bunda mengingatkan agar tidak beli sate di tempat yang sama dengan dua minggu lalu. “Tukang Pakuak” alasannya. Karena tema acara Car Free Day kali ini Milenial Road Sefety, saya pun ingin sarapan seperti milenial dengan makanan kekinian yang sedang ngehits. Saya sedang tak ingin sate. Meskipun saya tidak punya gambaran makan seperti apa yang akan kita santap nanti.

Kamu bersikukuh ingin sate. Ada warung sate di seberang. Upps, belum beruntung tidak ada daging sapi, yang tersisa daging ayam dan lokan. Kamu tidak jadi makan sate dan memasang wajah cemberut. Saya kecewa dan kesal dengan sikapmu yang tak bisa bersabar dan menahan diri. Saya tahu kamu lapar, tapi tak mesti memasang wajah cemberut seperti itu. Bukankah kita sedang mencari makanan sesuai keinginanmu. “Coba kamu bayangkan anak-anak atau orang-orang yang tidak punya uang untuk membeli makanan, tidak tahu kapan mereka akan mendapatkan makanan, sedangkan lapar terus menggerogoti tubuhnya” saya menasehatimu dengan suara yang sedikit meninggi.

Sekali-kali anak-anak memang harus diajarkan menahan lapar, haus, bosen dan hal-hal tak menyenangkan serta ketidaknyamanan.

Saya pernah membaca sebuah artikel di media daring tentang pola asuh anak. Di awal tahun 1970-an, seorang ilmuwan sekaligus psikolog bernama Walter Mischel melakukan riset. Ia menempatkan anak-anak berusia 4 hingga 6 tahun di dalam ruangan seorang diri. Di depan anak-anak itu diletakkan beberapa potong kue seperti biskuit, coklat, perment, dan marshmallow.

Walter kemudian meninggalkan mereka selama 15 menit. Namun, sebelumnya sang ilmuwan berpesan kepada anak-anak itu, jika bisa menahan diri untuk tidak memakan kue yang disediakan, mereka akan mendapat hadiah kue kedua saat sang ilmuwan kembali.
Saat ditinggal, sejumlah anak bertahan dengan segala cara agar tidak tergoda.

Misalnya, dengan menutup mata atau berbalik menghadap ke tembok. Ada juga anak yang tidak tahan lalu memutuskan memakan kue tanpa peduli pada hadiah yang dijanjikan.

Bebelas atau berpuluh tahun kemudian Walter menemui anak-anak yang menjadi subjek penelitiannya. Ia mendapatkan, anak-anak yang bisa menunggu, tumbuh menjadi orang dewasa yang berprestasi, memiliki karier yang lebih memuaskan, dan kehidupan sosial yang lebih bahagia.
Hal yang berkebalikan terjadi pada anak-anak yang langsung melahap kue tanpa bisa menunggu.
Hal yang berkebalikan terjadi pada anak-anak yang langsung melahap kue tanpa bisa menunggu.

Tujuan eksperimen ini adalah untuk mengetahui kapan seorang anak mulai mengembangkan kontrol terhadap kepuasan yang tertunda. Yaitu kemampuan untuk menahan diri dari sesuatu yang sangat diinginkan.

Begitulah nak, hidup ini adalah rangkaian puzzel ; keinginan, harapan, penundaan dan kekecewaan yang direkat oleh kesabaran.

Kategori My Family

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini:
search previous next tag category expand menu location phone mail time cart zoom edit close