Kiat Memilih Caleg

Kampanye berakhir. Masa tenang tiga hari hingga hari pemilihan 17 April. Saya yakin masing-masing sudah sangat mantap dan yakin dengan pasangan Capres yang coblos rabu besok di bilik suara. Tanpa menihilkan kecil sekali kemungkinan yang akan merubah pilihan dalam dua hari ke depan. Meskipun tim sukses masih bergerilya hingga hari H. Karena bagi tim sukses sejatinya tidak ada masa tenang.

Dalam urusan Pilres, selain Golput sudah yakin dengan pilihan masing-masing bagaimana dengan Pileg? Sudahkah punya jagoan untuk dicoblos pada masing-masing kertas suara nanti?tng

Kertas suara warna kuning ada pilih siapa?, begitu pula Kertas Suara berwarna biru, hijau dan merah. Ada puluhan bahkan ratusan nama untuk masing-masing kertas yang bisa ando coblos. Pada pemilu legislatif kali ini ada 16 Partai Politik yang berlaga. Masing-masing Partai Politik mencalonkan 6-12 Caleg setiap dapil. Kita ambil rata 8 Caleg setiap partai. 8×16 = 128 Caleg. Pada masing-masing kertas suara ; Kuning, biru, hijau, kecuali merah (DPD-RI) ada seratusan pilihan yang bisa anda coblos.

Tentunya sulit menentukan satu pilihan diantara seratusan nama itu. Sebagian besar kita mengenal hanya dari baliho-baliho di pinggir jalan dan di ruang publik. Bagaimana kita mengidentifikasi masing-masing caleg lalu mengkomparasi sebelum menentukan satu pilihan yang kita anggap paling tepat.

Berdasarkan Partai? Rasa-rasanya untuk saat ini sudah kurang tepat menjatuhkan pilihan berdasarkan partai. Karena hampir semua partai saat tidak jelas warna ideologi yang mereka usung. Yang membedakan hanya warna dan logo. Selebihnya samar dan bias. Walaupun memilih partai, dalam partai yang sama untuk satu dapil ada sekitar 8 caleg, mana yang anda pilih?

Berikut langkah saya dalam menetukan pilihan caleg jika saya berpartisipasi dalam Pileg dalam dua hari ke depan (hingga hari ini niat saya datang ke TPS hanya untuk memilih DPD-RI).

1. Jangan pilih Caleg yang balihonya masih anda temukan di jalan atau ruang publik sejak kemarin. Artinya mereka tidak mematuhi peraturan KPU bahwa sejak masa tenang hingga hari pencoblosan tidak boleh ada lagi kampanye terbuka. Semua baliho harus dicopot. Kecuali baliho yang terpasang dalam rumah atau kamar anda. Silakan. Jika untuk urusan awal dan kecil ini saja mereka berani melanggar bagaimana nanti jika punya kekuasaan? Tentu saja mereka lebih berani lagi. Apalagi untuk keuntungan yang lebih besar.

2. Ingat-ingat lagi baliho-baliho selama ini! Pastikan anda tidak memilih Caleg yang tidak berani berdiri sendiri di balihonya. Jangan pilih Caleg yang berdiri di baliho dibeking oleh tokoh-tokoh nasional, apalagi tokoh yang sudah tiada. Jangan pilih pula Caleg yang dibalihonya tertulis Putera/Puteri dari …..Mana mungkin kita menitipkan harapan kepada mereka, sedangkan untuk berdiri sendiri di baliho saja mereka tak berani.

3. Pilihlah Caleg yang memasang baliho di tempat yang telah disediakan! setidaknya di tempat yang tidak menganggu kepentingan publik. Jangan pilih caleg yang balihonya menutupi lampu lalu lintas dan kepentingan umum lainnya. Jika berkenan pilihlah caleg yang balihonya terpasang di tempat yang dikenakan pajak. Setidaknya mereka telah berkontribusi kepada Pemkot/Pemda setempat dengan pajak baliho yang dibayar.

4. Jika anda tidak menemukan perbedaan masing-masing caleg selain nama dan logo partai. Pilihlah Caleg dengan desain visual yang paling menarik dan berbeda dari yang lain. Setidaknya mereka telah serius dalam mendesain baliho meskipun tidak dalam hal yang lain.

Selamat mencoblos!

Kategori Telaah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini:
search previous next tag category expand menu location phone mail time cart zoom edit close