Hening

Orang-orang berlarian mengejar luka

Aku berdiam di sebuah gubuk kecil

Tempat menyentuh hening

Siapa meninggalkan cemas sendirian

Setangkai hujan telah mengembara di malam yang getar

Aku tak pernah menciptakan kesendirian

Namun datang seperti mata belati yang berkilat-kilat

siapakah yang berjalan sendirian bayang-bayang
menyusur ribuan kenang
aku mengingatmu
ketika angin sasap-senyap
lindap dan tuhan hilang di ujung ratap

Kau adalah mesin yang tak hentinya memproduksi kesetiaan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini:
search previous next tag category expand menu location phone mail time cart zoom edit close