Rekonsiliasi

Belakangan–beberapa saat setelah hari pencomblosan, terlebih setelah keputusan sidang Makamah Konstitusi beberapa hari yang lalu–kata ‘Rekonsiliasi’ mencuat ke permukaan ; terdengar nyaring dari televisi, berlalulalang di beranda media daring dan sosial, tertulis tebal di media cetak.

Senang mendengarnya dengan harapan hiruk-pikuk selama 5 tahun belakangan mereda, tiba saatnya seperti dulu lagi, tidak ada ; cebong-kampret, 01-02, Poros Bejing-Poros Mekkah, Partai Allah-Partai Setan. Semua menjadi satu ; Warga Negara Indonesia, Rakyat Indonesia. Namun sayang akrobat elite politik membuat kata “rekonsiliasi” yang pada dasarnya bermakna positif ; “Perbuatan pemulihan hubungan persahabatan ke keadaan semula, perbuatan penyelesaikan perbedaan” terdistorsi menjadi kata yang bermakna negatif.

Rekonsiliasi kini dipahami dan dipraktikan oleh elite menjadi “sama-sama enak”,
“sama-sama nyaman,” “sama-sama untung,”, “sama-sama bagi kekuasan” , “kami dapat ini, kalian silakan ambil itu”, ” ini jatah kami, untuk kalian yang itu” dan seterusnya.

Jauh hari sebelum pencoblosan dan hingga hakim agung MK mengetuk palu semua elite berebut bilang semua untuk rakyat, rakyat dibenturkan, seakan-akan perang Bratayuda atau Perang Bubat segera pecah. Pemilu dianggap sebagai Perang Badar era Modern. Namun hari ini mereka (sebagian elite politik) yang dulu menyuruh rakyat mengasah golok untuk persiapan perang, kini tengah berkumpul bagi-bagi kekuasaan. Tidak ada lagi Poros Bejing-Poros Mekkah, tidak adalagi Partai Allah-Partai Setan semua mencair yang konon katanya ‘Demi Rakyat’.

Mereka (elite politik) tahu kita bangsa pelupa, nanti lima tahun lagi, pemilu datang lagi, buat lagi istilah baru agar rakyat terbelah dan dijadikan Bargaining Power untuk meminta kekuasaan semisal jatah Menteri, Direktur dan Komisaris BUMN dan lain sebagainya.

Kategori Esai

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini:
search previous next tag category expand menu location phone mail time cart zoom edit close