Sukses atau Gagal

Barangkali saya bisa dianggap berhasil diterima di SMA unggulan (bahasa sekarang) tentu saja dalam konteks saat itu dan ruang lingkungan kabupaten tempat saya tinggal. Namun keluarnya (tamat SMA) saya merasa gagal . Dalam artian tamat dari sana saya gagal masuk PTN. Dibalik kegagalan itu (masuk PTN) saya merasa untung banyak. Karena kegagalan itu mengantarkan saya kuliah di PTS, nah di sinilah saya dipertemukan dengan teman seangkatan yang kelak menjadi isteri.

Jadi buat adik-adik, keponakan yang kemarin belum berhasil diterima di PTN tidak ada yang perlu disesali. Percayalah Allah Maha Adil. Jangan bersedih dan merasa kalah. Dulu saya mengalami seperti kalian. Kalau dilebih-lebihkan ; kira-kira saya merasa tanah yang saya injak runtuh ribuan mil ketika saya tidak menemukan nama saya di daftar calon mahasiswa yang dinyatakan lulus masuk PTN.

Tapi apa boleh bikin, itulah kenyataannya. Apalagi jika dibanding-bandingkan dengan si A si B si C yang secara akademis dibawah saya tapi lulus PTN. Sakit. Sakit bangat, timbullah penyesalan ; coba kalau saya mengikuti kata hati ambil Jurusan Sastra Minang atau Sejarah sesuai minat dan relatif lebih sepi peminat.

Sukses atau gagal menembus PTN hanyalah sebuah fragmen kehidupan. Sejarah acap kali menyampaikan kepada kita, sukses itu selain butuh keberuntungan juga perlu diperjuangkan. Bagi yang kemarin gagal PTN kalian bisa tegak di front perjuangan. Siapa tahu Allah akan mengganti dengan yang lebih, seperti saya.šŸ˜€šŸ˜€šŸ˜€

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini:
search previous next tag category expand menu location phone mail time cart zoom edit close