Radio

Soedah semendjak doeloe eijk poenja hasrat soeatoe saat bisa mempoenjai Radio. Toean dan poean pasti taoe, itoe barang banjak digoenaken oleh para aktivis pergerakan pada masa doeloe. “Apa sich hebatnja Sjahrir, tjuma mendengarkan Radio sepanjang hari” ledek Bung Besar.

Namoen, hari berganti, boelan pun berlalu, almanak di dinding soedah berganti jang bahroe eijk beloem djuga menemoekan Radio jang tjoetjok, tjantik, tjiamik, compleet dengan supppot USB sarta seboeah tjunning pemoetar jang masih bagoes jang djoega masih mampoe dipergoenakan.

Djika toean ataoe poean poenja Radio Sematjam itoe, bolehlah ditawarken kepada eijk barang tjantik terseboet dengan mahar jang tjotjok dan tidak mahal. Alangkah boengah hati eijk.

Bila soedah poenja Radio tjantik dan tjiamik semacam itoe, eijk bisa bersantai mendengarken lagoe keroentjong sambil menanam djagung di keboen ataoe sekali-kali menoelis status di Facebook, tentoe sembari ditemani setjangkir kopi tanpa goela bikinan mevrouw. Radio Transitor 12 Band djuga asjik untoek berselantjar mendengarken siaran-siaran luwar negeri berbahasa asing melaloei gelombang SW mampor menangkap siaran Radio Muangthai, Vietnam, Kamboja, Tiongkok bahkan India hingga Mesir.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini:
search previous next tag category expand menu location phone mail time cart zoom edit close