INDOMIE SUP SAPI KURBAN

Adalah kemarin pagi saya ngomong kepada isteri bahwa dalam hal makan saya tidak ingin dilarang-larang apalagi mengikuti tren diet kekinian atau yang lebih ekstrim seruan kaum vegan agar kita karnivora ini berhenti mengkonsumsi daging. Saya tipikal orang yang percaya bahwa perangkat tubuh kita ini didesain Allah sangat sempurna. Termasuk alarm sebagai indikator atas kekeliruaan kita dalam ‘memamah’. Misalnya pundak terasa tegang dan kaku jika mengkonsumsi daging secara berlebihan. Disitulah saatnya anda harus berhenti.

“Bun, ayah berhenti makan daging dulu”, tentu saja isteri saya senang, karena dia tahu saya agak sedikit susah jika diminta memperbaiki pola konsumsi “Tapi bukan untuk selamanya, hanya beberapa hari ke depan, paling seminggu atau minimal tiga harilah”.
Makan malam saya cukupkan dengan setangkup ketan urap yang ditaburi kelapa parut yang telah digarami. Bahkan saya tidak bertanya darimana itu datangnya ketan.

Tadi pagi setelah mengantarkan Alwi ke sekolah saya disuguhi semangkok Indomie. Indomie Sup Sapi Kurban saya beri nama. Tentu saja ini istimewa. Inilah varian terbaru Indomie versi kami. Kali ini bukan lagi sekadar ‘rasa’ seperti sebelum-sebelumnya
Misalnya Indomie Soto Medan, kita tidak menemukan soto medan di dalamnya, melainkan sekadar rasa-rasa saja. Begitu pula Indomie Goreng Dendeng Cabe Hijau, saya (mungkin juga anda) belum pernah menemukan irisan dendeng di dalam kemasannya kecuali bersedia menambahkan sendiri saat penyajian begitu pula varian-varian lainnya.

Keistimewaan Indomie yang saya lahap pagi ini karena kuahnya aseli dari Sup Sapi Kurban bukan sekadar rasa-rasa bahkan saya menemukan beberapa potongan daging dan tetelan sebesar ibu jari. Tidak seperti biasanyanya, saya yang sangat ‘garang’ terhadap tetelan dengan sukarela menyisihkannya ke dalam tempat sampah.

Berikut ini cara penyajian Indomie Sup Sapi Kurban ;
1. Pilih varian Indomie sesuai selera. Tentu saja Mie rebua bukan Mie Goreng.
2. Ambil kuah Sup Sapi Kurban yang masih tersisa beberapa ciduk sesuai dengan kebutuhan untuk memasak Indomie.
3. Agar tidak terlalu asin karena kuah sup sudah bergaram boleh diencerkan dengan air panas secukupnya.
4. Panaskan kuas sup hingga mendidih, lalu keluarkan Indomie dari kemasan dan cemplungkan ke dalam kuah Sup yang tengah mendidih.
5. Tunggu beberapa menit, sesuai tingkat kelembekan mie yang anda inginkan.
6. Tuang ke dalam mangkok.
7. Tambahkan Kecap dan, atau saos sambel sesuai selera.
8. Taburkan bawang goreng, boleh juga diberi topping kerupuk kulit atau Wafer Recheese Nabati yang telah diremukan atau lainnya sesuai selera.
9. Beri tempo beberapa menit agar tidak terlalu panas, Indomie siap untuk disantap.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini:
search previous next tag category expand menu location phone mail time cart zoom edit close