Kepiting Lada Hitam

Setelah gagal pada minggu lalu akibat kembali dari Pariaman yang kemalaman akhirnya kemarin petang ia menuntaskan penasaran terhadap rasa kepiting. Ia memilih kepiting Lada Hitam dari beberapa menu kepiting yang tersedia.

Tak berselang lama setelah pemesanan Pramusaji mengantarkan Es Jeruk, “Kok lama kepitingnya?” ia tak sabar, “sabar, sebentar lagi juga datang” ujar saya. Beberapa saat kemudian, seorang pramusaji berkemaja putih membawa sebuah nampan menghampiri mejanya. Matanya mengikuti gerak pinggan yang diturunkan pramusaji hingga mendarat di hadapannya. Seekor kepiting merah berkuah coklat kehitaman dan sejumput bawang bombay yang mandi basah oleh kuah kuah ada hitam yang kental. Lalu sebuah Tang Penjepit. Ia seakan tak peduli ketika pramusaji menurunkan sepiring Tahu Jepang dengan kuah kental pesanan bundanya dan teh tawat hangat pesanan saya.

Tanpa komondo dan basa-basi ia lansung mencolek telunjuk ke kuah lada hitam. “Ueeenakk” katanya sambil menjilati ujung telujuk. Awalnya ia meminta bantuan saya untuk meremukan kulit caping kepiting. Setelah beberapa kali ia meminta tang dan coba melakukan sendiri. Berhasil. Ia semakin asyik dan menikmati. “Wahhh gawat, saya bisa nggak kebagian ini” saya membatin. Karena sejak awal ia minta kepiting dua minggu lalu, saya yakin ia tidak bakalan suka. Alasannya ia tidak suka udang. Sedangkan tekstur kepiting hampir sama dengan udang.

Ia tak hentinya bilang enak, sampai lupa menyentuh Es Jeruk pesanannya karena sibuk dengan kepiting. Tandas. Ia ulangi lagi mengoperek-oprek’ cangkang yang telah remuk dan sebelumnya telah ia keluarkan dagingnya. Berharap masih ada daging dalam tumpukan cangkang yang remuk itu.

Gagal mendapatkan lansiran makanannya, saya memunguti sepihan cangkang kepiting dan remah lalu memasukannya ke dalam piring kotor serta membersihkan meja dengan tisue akibat cipratan kuah lada hitam, Siapa tahu nanti saat menyelesaikan tagihan di kasir dapat potongan 20% karena mejanya bersih ujar saya bercanda kepada kepada Isteri. “Sudah bayar Pak” balas bunda Alwi.

Meskipun gagal menjadi tim ‘sapu bersih’ seperti yang sudah-sudah namun saya senang ia menyukai makanan yang belum pernah dicobanya. Selama ini memang “nyinyir” memintanya menyukai makanan apa saja. “Semua makanan halal harus kamu coba”, “rugi kamu, membatasi selera dengan hanya memakan-makanan yang itu-itu saja”, “cicip dulu, mau suka atau tidak itu hal lainnya” dan kalimat lainnya agar ia berani mencoba makanan-makanan yang belum pernah ia cicipi.

Saya belum pernah sesenang kemarin melihat ia menikmati makanan sebelumnya. Kalau ia menyukai makanan dan saya tak senang melihatnya itu sudah biasa malah sering, ketika ia memakan coklat, es krim, jajanan-jajanan dengan penyedap. Tidak hanya saya Bundanya juga sangat senang menyaksikan ia makan kepiting, bahkan sampai menjanjikan akan memasakannya kepiting seperti yang ia nikmati hari ini dalam waktu dekat.

Malam sebelum tidur, saya bertanya “boi, kok tiba-tiba kamu ingin mencicipi kepiting, gara-gara Tn Krabs pemilik Crusty Krabs dalam Kartun Sponge Bobs ya?”, “bukan, tapi karena nonton acara makan-makan”.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini:
search previous next tag category expand menu location phone mail time cart zoom edit close