Oʀɪᴇɴᴛᴀʟɪs ʙᴇʀꜰɪᴋɪʀᴀɴ Jᴇʀɴɪʜ ᴠs Mᴜsʟɪᴍ Lɪʙᴇʀᴀʟ ʙᴇʀꜰɪᴋɪʀᴀɴ ᴅᴀɴɢᴋᴀʟ

Annemarie Schimmel, Orientalis Jerman yang memandang sejarah islam dengan kacamata jernih, objektif, dan adil. Anne terlahir dari keluarga Protestan dari kalangan ekonomi menengah. Sejak kecil Anne sudah terbiasa membaca literatur Arab dan Islam, yang belakangan menentukan jalan hidupnya. Sebelum meninggal pada 2003 Anne telah menghibahkan seluruh hidupnya selama 70 tahun lebih untuk meluruskan pandangan Barat (Eropa) terhadap Islam, walau belum sepenuhnya berhasil. Boleh dibilang kita muslim berhutang kepada perempuan yang pada batu nisannya tertulis sebuah hikam dari Ali bin Abu Thalib ; “̲S̲e̲l̲u̲r̲u̲h̲ ̲m̲a̲n̲u̲s̲i̲a̲ ̲t̲e̲r̲t̲i̲d̲u̲r̲ ̲p̲u̲l̲a̲s̲ ̲k̲e̲t̲i̲k̲a̲ ̲a̲j̲a̲l ̲ ̲t̲i̲b̲a̲ ̲m̲e̲r̲e̲k̲a̲ ̲b̲a̲r̲u̲ ̲s̲a̲d̲a̲r̲”̲.

Ahmad Salman Rusdhie, seorang novelis India Muslim, menerbitkan novel keempat yang berjudul The Satanic Verses—Ayat-Ayat Setan, terjemahan bebasnya dalam Bahasa Indonesia—pada tahun 1988 yang menghebohkan dunia Islam. Sebuah novel yang dianggap merujuk kepada kehidupan Nabi Muhammad Saw. Sebagian besar berpendapat novel ini menghujat Nabi Umat Islam. Umat muslim seluruh dunia bereaksi keras. Gelombang demonstran tumpah ruah ke jalan ; di India, di Timur Tenggah bahkan sampai di daratan Eropa memprotes buku ini. Ayatullah Khomaini–pemimpin besar revolusi Iran–menjatuhkan fatwa mati kepada Salman Rusdhie. Salman yang ketika berusia 41 tahun menjalani hidup dalam persembunyian selama 30 tahun di Britania Raya.

Annemarie yang hingga akhir hayatnya telah menulis sekitar 80-an buku tentang Sejarah Islam serta telah mendapatkan berbagai penghargaan atas dedikasinya itu, ketika ditanyai oleh wartawan menegenai novel karya Salman, Annemarie berani melawan arus opini negara-negara Eropa yang kala itu memang disetir untuk mengdiskreditkan Islam. Termasuk dengan cara memberikan perlindungan terhadap Salman. Annemarie dengan tegas dan berani menyebut dengan lantang bahwa tulisan Salman dalam The Satanic Verses sangat dangkal dan ditulis hanya demi mengembirakan barat.

Dalam pandangan Annemarie, buku Salman tidak hanya buruk karena ditulis secara dangkal dengan emosional namun telah melukai hati seluruh kaum muslimin termasuk Annemarie sendiri yang sangat mencintai kepribadian rasulullah dan mengagumi ajaran Islam. Setelah wawancara itu, orientalis pembela Salman menyerang Annemarie. Ludger Lutkehaus, seorang dosen Universitas Hamburg meminta agar Hadiah Perdamaian yang pernah diperoleh Annemarie pada tahun 1951 dicabut. Namun pembelaan terhadap Anne juga mengalir deras.

Apa yang melatar belakangi hingga seorang non muslim (Annemarie) mampu berfikir jernih dalam memandang Islam, meski sampai akhir hayatnya tidak ada informasi ia bersyahadat, sedangkan sebaliknya seorang muslim (Salman) tidak dapat menangkap kejernihan ajaran Islam hingga berujung pada kesalahpahaman terhadap ajaran mulia yang dibawa manusia agung Muhammad Rasulullah. Saw.

Saya hanya menerka-nerka, bahwa Annemarie, mengenal islam dari ajarannya bukan dari pemeluknya. Dari sumber yang autentik yaitu membalik lembar demi lembar dengan penuh kehati-hatian kitab-kitab klasik. Ia mampu membedakan antara ajaran Islam yang bawa nabi Muhammad dengan pemeluk Islam yang barangkali sudah tidak mencerminkan ajaran Islam dalam perilaku kehidupan sehari-hari. Sedangkan Salman sebaliknya, ia tidak mampu membedakan antara pemeluk islam dengan ajaran Islam. Melihat pemeluk Islam yang berperilaku buruk, ia mempersepikan bahwa itulah (ajaran) Islam. Anne melihat Islam dari Nash sedangkan Salman meneropong Islam dari realitas sebagian pemeluknya yang kebetulan gagal menampilkan wajah Islam sebenarnya.

Ajaran Islam, pemeluk Islam, institusi Islam, Organisasi Islam, Partai Politik Islam bahkan Negara Islam merupakan entitas masing-masing tidak boleh disamakan. Ajaran Islam pasti tinggi dan mulia, namun belum tentu dengan pemeluknya, institusinya, ormasnya, parpolnya. Kadang beririsan hingga saling menutupi, kadang beririsan sebagian dan tak jarang pula hanya sedikit sekali bahkan tidak beririsan sama sekali.

Di Indonesia belakangan ini, banyak orang kecewa atas politisasi agama (islam) lalu memilih sekuler seperti Salman Rusdhie.
Hal yang menarik dari fenomena ini adalah alasan mereka lebih cenderung psikologis, alih-alih filosofis, yakni kekecewaan terhadap kelakuan beberapa tokoh, partai, atau organisasi agama. Catatan khusus ini mengingatkan kita bahwa ketika kita menempatkan diri sebagai pemuka agama (ulama, ustadz, da’i, aktivis, dsb.) atau bagian dari parpol/organisasi agama, orang lain akan mengira kita adalah representasi langsung agama tersebut. Ketika penyalahgunaan klaim agama itu terjadi dan berbuntut kekecewaan orang-orang yang membuatnya memilih liberal-sekuler, kesalahan terjadi pada dua pihak sekaligus.

Pihak pertama, yang menyematkan dirinya dengan klaim kudus agama itu, bersalah karena tak mampu mengamalkan apa yang diklaimnya sendiri, apalagi untuk membuat orang lain sesuai dengan ajaran agamanya itu. Pihak kedua, yang memutuskan diri menjadi sekuler bersalah karena tak melanjutkan diri untuk memahami agama melalui sumber-sumber otoritatifnya yang asli, bukan otoritas palsu. Dalam beberapa kasus, terutama kasus-kasus politik, pihak pertama lebih patut dipersalahkan karena hasrat kuasanya berdampak pada kemunculan pihak kedua, sedangkan pihak kedua lebih patut dikasihani selagi tidak mendeklarasikan apalagi menjadi penyerang agama tersebut ke khalayak ramai.

Dan kita sebagai muslim awam mesti bisa membedakan itu.

P.s. ; Annnemarie tidak hanya hafizd Al Qur’an dan fasih berbahasa Arab namun juga hafal tafsir Jalalain, Diwan Syamsi Tabriz karya Jalaluddin Rumi, Riyadus Sholihin karya Iman Syaf’i, Ihya Ul ummuddin karya Iman Al Ghozali, Bulugul Maron

#jangansekuler
#janganliberal
#janganmanupulasiagama

Kategori Esai

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini:
search previous next tag category expand menu location phone mail time cart zoom edit close