Berani Tidak Populis

Saat Nippon masuk ke Indonesia pada tahun 1942, Buya Hamka sedang bermukim di Medan. Beliau menjabat sebagai Konsul Muhammadiyah Sumatera Timur dan pemimpin Surat Khabar Pedoman Masyarakat. Tyokan–Pemimpin militer tertinggi Nippon–untuk Sumatera Timur mendekati Hamka, bermaksud memamfaatkan pengaruh Hamka untuk mendekati masyarakat Sumatera Timur agar bisa menerima pemerintahan Nippon.

Ada satu hal yang membuat Tyokan terkesan dengan Hamka. Tyokan yang baru menjabat mengundang beberapa orang berpengaruh di Medan, termasuk Hamka. Di tengah jamuan makan, Tyokan membanggakan kepercayaan dan kebudayaan Jepang. Katanya kalau Tenno Heika (Kaisar) keluar istana, hari pun hujan, bumi subur. Yang hadir diam semua. Hamka berkata kalau pada kami ada juga kepercayaan demikian pada massa lalu, yaitu Raja Minangkabau, Sutan Rumandang. Kalau ia ke luar istana, hari hujan panas. Lalu Hamka menceritakan berbagai macam dongeng Minangkabau.
“Memang” kata Tyokan “Kepercayaan asli Asia Timur Raya memang sama, namun, setelah kedatangan bangsa Barat, semua dirusaknya”.
Di sini bukan barat yang menghapus kepercayaan itu, tapi Islam” Buya Hamka menjelaskan. Tyokan tercengang sedangkan undangan yang lain kaget dan cemas, takut Tyokan akan marah. Sejak itulah Tyokan terkesan dengan Hamka dan ingin memamfaatkan pengaruhnya untuk mendekati masyarakat.

Tyokan menawarinya jabatan sebagai Penasihat Tinggi Agama Islam untuk Sumatera Timur. Awalnya Hamka ragu-ragu untuk menerima jabatan ini, ia teringat Ayahnya, Haji Rasul yang sangat benci terhadap Nippon, kebencian Haji Rasul terhadap Nippon melebihi kebencian terhadap Kolonial Belanda, padahal beliau diasingkan oleh pemerintah kolonial Belanda ke Sukabumi sejak tahun 1941 hingga Nippon masuk ke Indonesia. Begitu pula sahabat-sahabatnya yang sebagian besar anti Jepang, sedangkan ia akan bekerja sama membantu pemerintahan Nippon di Sumatera Timur. Pada saat bersamaan tiba surat dari Ayahnya, agar ia berangkat ke Batavia menemani ayahnya yang sudah sakit-sakitan. Begitu pula Bung Karno memintanya untuk berjuang bersamanya di Batavia.

Atas pertimbangan yang matang Hamka menerima jabatan dari Nippon sebagai Penasihat Tinggi Agama Islam untuk Sumatera Timur. Sahabat-sahabatnya tidak hanya menyesalkan keputasan Hamka menerima jabatan dari Nippon bahkan banyak yang mencibir. Apalagi pada masa itu kelaparan dan kemiskinan merajalela akibat penjajahan Nippon sedangkan Hamka mendapar fasilitas yang tergolong mewah dari Nippon.

Pertimbangan Hamka kala itu, jika tidak ada orang baik dalam pemerintahan Pendudukan Nippon maka pemerintahan Nippon semakin ugal-ugalan. Membuat kebijakan yang bertentangan dengan syariat Islam, agama mayoritas masyarakat Sumatera Timur. Itulah sebabnya ia merasa harus ada dalam pemerintahan pendudukan Jepang. Sebagai penasihat Agama Islam, tentu ia akan diminta pertimbangan sebelum pemerintah pendudukan Nippon mengeluarkan kebijakan yang terkait dengan agama (Islam). Misalnya tentang Keirei. Yaitu membungkukkan tubuh ke arah timur laut untuk menghormati Tenno Heika. Hal semacam inilah yang disampaikan oleh Hamka kepada Kyokan bahwa kaum muslim hanya boleh menundukan tubuh kepada Allah, selainnya haram. Terlarang.

Dalam konteks yang sama dan situasi serta kepentingan yang berbeda, barangkali pertimbangan yang serupa menjadi alasan bagi Prabowo masuk dalam kabinet yang dipimpin Jokowi. Ma’ruf Amin bersedia jadi wakil presiden, atau dulu Jusuf Kalla. Kita boleh tidak percaya namun Islam mengajarkan kita untuk tidak berburuksangka.
Tidak mustahil hal serupa bisa terjadi pada Habib Riziek Shihab.
Kepada para pendukung siapkan mental!

Foto ; Hamka San saat menjadi anggota Syu Sangi Kai

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini:
search previous next tag category expand menu location phone mail time cart zoom edit close