MENJAUH DARI POLITIK-KEKUASAAN

MENJAUH DARI POLITIK-KEKUASAAN

Abdullah bin Ummar, Abu Musa Al Anshari, Usamah bin Ziyad, Abu Hurairah, Urwah bin Zubeir hingga Saad bin Abu Waqash memilih menjauhkan diri dari konflik politik pasca terbunuhnya Ustman bin Affan. Mulai dari Perang Jamal antara Ummul Mukminin Aisyah berhadapan dengan Ali bin Abi Thalib, kemudian Perang Shiffin antara Pasukan Ali bin Abi Thalib menghadapi Pasukan Mu’awiyah bin Abu Syofyan, hingga Perang Karbala yang menyebabkan sahid Sayyidina Husein bin Ali di Padang Karballa

Pelik….

Sebelum pecahnya perang shiffin kalangan sahabat Muhajirin yang berjumlah 10.000an mengetahui secara umum siapa yang benar dan siapa yang salah. Ali berada pada pihak yang benar dan Mu’awiyah sebaliknya.

Sa’ad bin Abi Waqash menolak bujukan putranya, Umar bin Sa’ad, untuk bergabung dengan pasukan Mu’awiyah pada perang Shiffin. Kelak, dalam peristiwa Karbala, sosok Umar bin Sa’ad inilah yang memimpin 4.000 pasukan yang menyebabkan wafatnya Sayyidina Husein bin Ali. Keterlibatan Umar bin Sa’ad ini karena tergiur janji Yazid bin Mu’awiyah dan gubernur Irak, Ubaidillah bin Ziyad, untuk menjadikannya gubernur di kemudian hari. Sayang seribu sayang, Umar bin Sa’ad ini tak pernah mendapatkan janji tersebut. Ia malah terbunuh oleh Al-Mukhtar di 65 H. Betapa nasib orang tidaklah terperikan.

Abdullah bin Umar, Putera Umar bin khatab lebih memilih menenggelamkan diri pada lautan ilmu ; menyelami Al Qur’an dan Hadist Rasulullah dari pada ikut terlibat dalam konflik politik-kekuasaan pada masa Ali bin Abi Thalib vs Mu’awiyah hingga konflik antara Hussein bin Ali vs Yazid bin Mu’awiyah.
“Aku berperang ketika batas-batasnya sangat jelas, ketika aku mengetahui dengan yakin musuh yang harus kuperangi. Aku benci dan tidak akan mau membunuh orang yang mengucapkan la ilaha illallah.” Jawababnya ketika ditanya kenapa beliau tidak ikut membela Ali pada perang Shiffin.

Begitu pula Urwah bin Zubeir, meskipun kedua kakaknya (Abdullah dan Mushab bin Zubeir) terbunuh secara keji oleh pasukan Yazid bin Mu’awiyah, beliau kukuh dengan cita-cita yang pernah diikrarkannya di rukun Yamani saat berajak remaja dulu ; ingin menguasai ilmu Al Qur’an dan Hadist, politik kekuasaan bahkan kematian dua kakaknya tidak mampu mengalihkan perhatiannya dari menuntut ilmu.

Sedangkan Usamah bin Ziyad (cucu angkat Rasulullah) trauma karena pernah dimarahi oleh Rasulullah akibat membunuh seseorang yang telah bersyahadat. Pada suatu perperangan dengan kaum kafir, Usamah berhasil mendesak musuhnya. Saat terdesak sang musuh mengucapkan syahadat, Usamah mencurigai syahadat itu hanya untuk menghindari tebasan pedang Usamah, maka dari itu Usamah tetap mengayunkan pedangnya untuk menghabisi musuhnya. Atas perbuatannya itu Rasulullah marah, kenapa tidak kau belah saja dadanya untuk mengetahui isi hatinya, kurang lebih seperti itu ucapan Rasulullah kepada Usamah yang telah membunuh seseorang yang telah bersyahadat. Ketika diajak Ali bin Abi Thalib untuk bergabung dengan pasukannya Usamah membalas dengan surat yang berisi “Seandainya engkau berada di hadapan mulut harimau, aku sangat ingin bersamamu. Tetapi perkara ini sangatlah membingungkanku dan tidak pernah kualami sebelumnya.” Kebingungannya terletak pada keyakinan mendalam bahwa terlarang hukumnya untuk membunuh orang yang mengucapkan la ilaha illallah.

Ali bin Abi Thalib juga bersikap diam kepada para sahabatnya yang tidak melibatkan diri dalam konflik tersebut. Beliau tidak kecewa kepada para sahabat utama Rasulullah yang tidak bersedia membantunya. Diam saja. Sikap ini tentulah didasari pada pengetahuannya yang mendalam terkait keyakinan dan kebenaran pada sahabatnya untuk menghindarkan peperangan dengan sesama muslim (tentu saja, posisi Ali berbeda, beliau tidak bisa menghindar lagi dari perperangan).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini:
search previous next tag category expand menu location phone mail time cart zoom edit close