Ikut Hisab atau Rukhyat

PP Muhammadiyah dengan metode hisab telah menetapkan 1 Syawal 1422 jatuh pada Kamis, 13 Mei 2012, sedangkan pemerintah, melalui Kementrian Agama, beserta MUI dan seluruh Ormas Islam Besok, 29 Ramadhan 1422 atau 11 Mei 2021 melakukan rukhiat hilal dan sidang isbat untuk menetapkan 1 Syawal. Jika hilal terlihat maka Pemeintah menetapkan 1 Syawal 1422 jatuh pada Rabu 12 Mei 2021, jika hilal tidak terlihat makan pemerintah menetapkan 1 Syawal jatuh pada kamis, 13 Mei 2021, saya dengan PP Muhammadiyah.

Sejak 5 tahun terakhir ; 1 Ramadhan, 1 Syawal (Idul Fitri) dan 10 Dzulhijah (Idul Adha) antara PP Muhammadiyah dan Pemerintah selalu bersamaan, kecuali tahun-tahun lampau, beberapa terjadi perbedaan antara PP Muhammadiyah dengan Pemerintah.

Muhammadiyah dengan metode hisab dengan perhitungan secara matematis dan astronomis dalam menentukan posisi bulan, sedangkan Pemerintah, MUI serta ormas Non-Muhammadiyah menggunakan metode Rukhyat ; melihat secara lansung posisi bulan untuk menentukan awal bulan.

Mana yang lebih valid ?
Jika hasilnya sama seperti 5 tahun belakangan, artinya sama-sama baik karena hasilnya sama.
Mirip riset. Versi Muhammadiyah itu anggap saja kerangka teori. Versi Pemerintah anggap saja “temuan lapangan.”

Jika kerangka teori sama seperti temuan lapangan,itu namanya terverifikasi, Kalau kerangka teori berbeda dari temuan di lapangan Itu namanya falsifikasi.

Nah, kalau lebaran tahun ini antara Muhammadiyah dan Pemerintah, ikut yang mana?

Ikut Pemerintah silakan, ikut Muhammadiyah juga tidak salah.
Asal anda paham dan ada ilmunya, terus satu lagi jangan saling menyalahkan, dan merasa paling benar.
Gampang kan?

Tapi kan Muhammadiyah tidak mengikuti Sunnah.

“Berpuasalah kalian karena melihatnya (hilal), dan berbukalah kalian (untuk Idul Fitri) karena melihatnya (hilal). Jika (hilal) tertutup oleh mendung, maka sempurnakanlah Sya’ban 30 hari.

Sedangkan Muhammadiyah tidak melalukannya. Maksudnya tidak melakukan rukhyat pada 29 Sya’ban, begitu pula pada 29 Ramadhan. Muhammadiyah hitung-hitungan (metode hisab).

Apa bedanya dengan kita melakukan sholat. Bukankah subuh; saat fajar shidiq, beberapa saat sebelum matahari terbit. Dzuhur saat matahari tergelincir ke barat. Ashar, ketika panjang bayangan sama dengan panjang aslinya. Magrib saat terbenam matahari. Sedangkan waktu Isya masuk saat memudarnya cahaya merah di ufuk barat.

Namun apakah selama ini kita memperhatikan posisi matahari sebelum melaksanakan ibadah sholat? Misalnya mau sholat zuhur menengadah ke langit itu melihat posisi matahari ; sudah tergelincir belum ya? Ingin sholat ashar ; tancapkan sebuah tongkat, lalu amati sudah samakah panjang antara tongkat dengan bayangan tongkat. Begitu pula magrib, Isya dah Subuh, sebagian besar kita melihat jam, menunggu azan atau alarm ponsel.

Artinya sebagian besar kita selama ini juga menggunakan metode hisab yang telah disusun oleh para ahli untuk menentukan waktu sholat. Kecuali pada zaman dahulu, ketika penggunaan arloji masih terbatas, petani yang sawah dan ladangnya jauh sehingga tidak terdengar suara azan, sebelum sholat mereka akan melihat posisi matahari terlebih dahulu.

Begitu penjelasan seorang Muhammadiyah, sehingga saya paham kenapa Muhammadiyah tidak melakukan rukhyat dan memilih metoda hisab. Namun tidak lama berselang saya menemukan sebuah buku karya Hamka yang berjudul ; Saya Kembali Ke Ru’yah.
Sama seperti anda saya juga bingung, ikut yang mana, namun untungnya 5 tahun belakangan antara Muhamadiyah dan Pemerintah selalu memulai puasa Ramadhan, Idul Fitri dan Idul Adha secara bersamaan

Kategori Buku, Telaah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini:
search previous next tag category expand menu location phone mail time cart zoom edit close