Pesantren

Pesantren berasal dari kata pe-santri-an. Sedangkan santri berasal dari kata cantrik. Dalam budaya pra Islam cantrik punya arti orang yang berguru pada orang pandai (sakti), murid pendeta (pertapa).

Pada abad ke-15 Majapahit melemah dan terpecah-pecah akibat konflik internal, perebutan kekuasaan. Masing-masing bangsawan mengaku sebagai pewaris sah tahta dari keluarga Majapahit di kerajaan-kerajaan kecil. Masing-masing bangsawan fokus kepada politik untuk meraih kekuasaan, menyingkirkan lawan. Akibatnya lembaga pendidikan terabaikan. Pusat Pendidikan agama Siwa-Budha ; Mandala, Padepokan, Dukuh terbengkalai, tidak terurus. Tinggal menunggu waktu lenyap pada waktunya.

Beberapa tokoh agama berusaha untuk mempertahankan keutuhanan masyarakat dengan memperkuat kedudukan padepokan, dukuh, mandala. Jika bangsawan fokus kepada kekuasaan sedangkan para pandita ini fokus kepada moral masyarakat. Seakan berlepas diri dengan perebutan kekuasaan dan kerusakan moral para bangsawan. Bahkan kehadiran Sunan Ampel dari Champa datang ke Jawa atas permintaan bibinya; Dharawati, isteri dari Prabu Brawijaya V, Raja Majapahit terakhir untuk memperbaiki kerusakan moral rakyat Majapahit.

Pada saat bersamaan hadir Wali Songo dalam menyebarkan dakwah Islam. Para wali muncul dan menyambung asa model pendidikan tersebut, dalam wujud pusat-pusat pendidikan keagamaam Islam yang disebut Pesantren. Pendidikan asrama dengan corak baru dan ajaran baru, ajaran Islam. Dengan memamfaatkan pencapaian yang telah ada sebelumnya.

Perubahan dari mandala, padepokan bercorak Siwa-Budha menjadi pesantren Islam tidak menimbulkan gesekan dan penolakan karena fokusnya moral. Sedangkan moral berlaku universal.

Karena itulah pasentren pada awal-mulanya selain mempelajari ajaran Islam, santri juga diperkaya dengan kesenian dan tradisi-tradisi yang telah terislamisasi.

Sedikit keliru mereka yang mengomentari kasus pesantren tahfidz di Bandung dengan membawa Arab-Arab segala. Barangkali mereka yang mereka berasumsi segala yang berbau Islam semisal pesantren, identik dengan Arab. Padahal pesantren khas Nusantara, sebuah temuan wali songo. Jadi aneh dan menggelikan mereka yang bereaksi terhadap kasus pemerkosaan Bandung ini dengan mengkaitkan dengan Arab.

Kategori Historia

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini:
search previous next tag category expand menu location phone mail time cart zoom edit close