Nasihat Politik

Menjelang wafat Mu’awiyah memberikan nasihat politik kepada Yazid, putera yang akan diwariskannya jabatan Khalifah, untuk menghadapi empat musuh besar yang akan dihadapinya nanti. Ditunjukkannya pula cara menghadapi satu per satu. (1) Husein bin Ali ditangkap saja jangan dibunuh kalau ia tidak melawan, dan beri ia belanja secukupnya. (2) Abdullah bin Umar tidak begitu berbahaya sebab ia seorang yang sangat taat kepada Allah, ia sangat mementingkan akhirat. Oleh sebab itu, janganlah diganggu akhiratnya agar jangan diganggunya duniamu. (3) Abdurrahman bin Abu Bakar adalah seorang anak muda yang tidak tahan melihat perempuan cantik. Oleh sebab itu, asal saja dipalut dirinya dengan harta dan perempuan yang akan tertutup mulutnya. (4) Namun, orang yang lebih berbahaya di antara mereka berempat adalah Abdullah bin Zubair. Kalau musuh yang seorang ini dibiarkan, alamat akan celaka. Oleh sebab itu, kalau ketemu haruslah dibunuh betul-betul, cincang, jangan diberi ampun. Itulah sebagian dari wasiat politik Mu’awiyah kepada anaknya.

Peristiwa ini terjadi pada tahun 60 H, 39 tahun pasca kematian Rasulullah. Mu’awiyah masuk Islam bersama ayahnya, Abu Sufyan pada saat Fathul Makkah. Setelah masuk Islam ia pindah ke Madinah dan mendapatkan didikan lansung dari Rasulullah. Mu’awiyah seorang yang cerdas dan dari keluarga terpandang ia menjadi juru tulis Rasulullah . Namun atas nama kekuasaan, ia memberikan nasihat yang terkesan sadis dan mengerikan kepada putera yang akan menggantikannya. Dan pada akhirnya Abdullah bin Zubeir pun terbunuh, kepalanya dipenggal oleh Hujay bin Yusuf. Kepala yang terputus itu diarak, dijadikan sebagai Shock Teraphy bagi pengikut Abdullah bin Zubair.

Kisah Perang Jamal antara Ali dengan Aisyah, yang menewaskan 10.000 jiwa kaum Muslimin dari kedua belah pihak. Perang Shiffin anatara Ali dengan Mu’awiyah yang memakan korban nyawa 45.000 jiwa kaum muslimin semakin membuat kita sadar betapa kejamnya politik-kekuasaan. Bahkan dua orang menantu Rasulullah ; Ali bin Abi Thalib, Ustman bin Affan terbunuh akibat konflik politik-kekuasaan . Mati diujung pedang yang diayunkan oleh seorang muslim.

Konflik politik pada massa lalu, sekiranya bisa menjadi nasihat bagi kita yang hidup saat ini. Nasihat Mu’awiyah kepada Yazid, sejatinya juga nasihat bagi kita semua saat ini bahwa politik-kekuasaan itu melenakan, memabukan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini:
search previous next tag category expand menu location phone mail time cart zoom edit close