Asassin

Assasin begitu yang ditulis literatur Barat, sedangkan Bahasa Arab ال حش شين , Al Hasyasiin. Pernah diangkat ke layar lebar dengan judul yang sama ; Assasin, namun saya tidak tahu seperti apa kisah di film ini karena tidak nonton. Khabarnya sadis dan mengerikan. Saya tidak menyukai genre film jenis ini.

Sekte ini muncul pada massa dinasti Seljuk. Pada masa pemerintahan Sultan Malik Syah dengan wazir Nizamul Mulk yang sangat terkenal. Hasyasyiin merupakan bagian sekte syiah Ismailiyah yang dipimpin oleh Hasan Bin Sabah. Kemunculan sekte ini sangat menakutkan dan mengerikan pada masa itu bagi dunia Islam dan dunia Arab, termasuk juga bagi peziarah-peziarah Nasrani yang berkunjung ke Jeusalem.

Kaum ini tidak mau tanduk dan mengakui segala macam kekuasaan pada masa itu, baik itu kekuasaan Daulah Bani Seljuk, apalagi Daulah Abbasyah yang tengah sekarat. Mereka hanya mau tunduk dibawah kekuasan yang dipegang dibawah keturunan Abi bin Abi Thalib yaitu Ismail bin Imam Ja’far As Shadiq bin Imam Muhammad Al Baqir bin Imam Zainal Abidin bin Hussein bin Ali bin Thalib.

Hasan bin Sabah pergi ke Iran dan merebut sebuah benteng yang bernama Alamut. Dari sanalah ia bersembunyi dan meminpin pengikut-pengikutnya yang sangat loyal dan menyebar di seluruh negeri-negeri Islam yang sedang terpecah-pecah akibat seiring dengan semakin melemahnya Daulah Abbasiyah.

Pengikutnya berasal dari kalangan miskin dan melarat, lalu dikobarkan semangat anti terhadap kekuasaan. Kekuasaan manapun juga. Kemudian dihembuskan bahwa Imam Ghoib, Imam ke-12 sudah dekat masa kedatangannya untuk menegakan keadilan sejati dan kesejahteraan di bumi ini.

Mereka dilatih membunuh dan disebarkan ke seluruh kota untuk membunuh Sultan-Sultan yang tengah berkuasa yang telah disusun oleb pemimpun mereka Hasan bin Sabah yang bergelar Syaikh al Jabal ~Pemimpin Gunung. Sebab beliau tinggal dan bersembunyi di benteng Alamut di atas Gunung.

Hasyasyiin berasal dari kata Hasysy artinya rumput, ganja. Setiap kali selesai berlatih mereka mengisap ganja hingga mabuk. Saat mabuk itu mereka berasa di Surga yang dikeliling oleh bidadari cantik-jelita, yaitu Perempuam-perempuan cantik yang diculik dan ditawan dalam gua tempat tinggal Hasan bin Sabah.

Pengikut Hasyasyiin ini sangat taat dan setia kepada Syaik al Jabal, orang yang dibunuh olehnya harus dibunuh, tidak boleh tidak. Akibatnya banyak sekali pemimpin dan pejabat besar istana yang terbunuh. Kadang di jalanan dan di istana, karena mereka memang punya keahlian untuk menyusup ke dalam istana lalu membunuh.

Rakyat diselimuti ketakutan oleh sekte ini dan sultan turun tangan untuk mengentikan. Sultan Sanjar, Sultan Seljuk kala itu berkali-kali mengumpulkan pasukan untuk merebut Benteng Alamut, namun selalu gagal.

Dalam suatu perjalanan untuk memerangi mereka, Sultan Sanjar terbangun dari tidur didapatinya sebuah ganjar telah tertancap di ranjang dan secarik kertas bertuliskan ; “jangan teruskan perperangan ini, karena jika kami bermaksud membunuhmu, tidak ada satu kekuatan yang mampu menghalangi”

Setelah kematian Hasan bin Sabah kekuasaan dilanjutkan oleh anak-cucunya. Dan tidak ada satu kerajaan dan kekuatan yang mampu memberantas mereka hingga akhirnya Hasyasyiin ikut musnah ketika invasi bangsa Mongol yang menyapu bersih Daulah Abbasiyah dan dunia Islam pada pertengahan abad ke-13.

Kaum Hasyasyiin atau Asassin sudah lenyap sejak invasi bangsa Mongol namun istilah Assasin masih digunakan hingga saat ini untuk merujuk tindakan pembunuhan, penculikan terhadap tokoh-tokoh politik, terutama di Eropa.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini:
search previous next tag category expand menu location phone mail time cart zoom edit close