Syekh Siti Jenar

Berbagai versi kisah Sunan Lemah Abang atau lebih dikenal dengan Syekh Siti Jenar. Ada yang menyebutnya sesat dan tidak sedikit pula yang membelanya. Wajar saja, beragam versi kisah perihal Syekh Siti Jenar yang beredar di masyarakat yang boleh disebut terlambat dalam hal literasi. Kisah, riwayat terdahulu disampaikan secara tutur, lisan bukan melalui tulisan. Salah satu kelemahan budaya lisan ; kesulitan mengetahui kisah versi mana yang lebih awal dan mana yang muncul belakangan. Hal ini tentu tidak terjadi bagi bangsa yang telah biasa berbudaya tulis. Akan mudah mengurai, selanjutnya mengetahui mana yang lebih mendekati kisah yang sesungguhnya.

Pada buku Sejarah Umat Islam karya Buya Hamka menuliskan bahwa Syekh Siti Jenar merupakan tokoh fiktif belaka. Kisah rekaan. Syekh Siti Jenar merupakan sosok rekayasa dalam rangka menyatakan pertentangan antara paham Tasawuf ajaran Al Hallaj ; yang berpendapat bahwa tuhan bisa menjelma dalam jasad manusia dan manusia pun bisa bersatu dengan tuhan. Disebut juga dengan hulul atau wihdatul wujud. Manunggaling kuwala gusti dalam Bahasa Jawa. Dan berhadapan dengan Tasawuf yang masih lurus, yang masih sesuai sunnah, seperti yang dipelopori oleh Imam Al Ghazali dan lainnya.

Paham Al Hallaj di Nusantara bermula di Samudera Pasai, disebarkan oleh Hamzah Fansuri dan Syamsuddin As Sumaterani. Di Pasai paham ini ditentang oleh Syekh Nuruddin Ar Raniry yang juga menjabat sebagai Mufti pada massa pemerintahan Iskandar Tsany. Sehingga Hamzah Fansuri meninggalkan Aceh. Dan ajarannya menyebar seluruh Sumatera hingga Jawa, atau meliputi Nusantara pada umumnya. . Sosok Hamzah Fansuri diselimuti misteri, makamnya ada dimana-mana selain Sabussalam, Aceh juga ada di Calau Sijunjung. Bahkan ada juga yang menyebut di Mekkah.

Hikayat dan kisah Syekh Siti Jenar sangat mirip dengan Al Hallaj. Syekh Siti Jenar mengajarkan paham agama yang tidak boleh diajarkan kepada muslim awam. Akhir hayatnya pun sama. Diadili dan dibunuh.

Ketika akan ditangkap oleh utusan para wali, ia berkata bahwa di sini tidak ada Syekh Siti Jenar, yang ada hanya tuhan. Utusan itu kembali menghadap para wali. Dan wali kembali menjemput Syekh Siti Jenar, barulah ia menyerahkan diri. Dan mengakui bahwa benar dia Syekh Siti Jenar. Kisah ini persis sama dengan penangkapan Al Hallaj sebelum dieksekusi.

Dikisahkan pula bahwa ketika ia telah dibunuh, darah mengalir dari lukanya terdengar suara “tuhan”. Demikian pula yang diceritakan pada kisah Al Hallaj. Jika Syekh Siti Jenar dituduh sesat karena berkata “sayalah tuhan”, kuwala gusti, percis sama seperti Al Hallaj yang mengatakan “annal haqqu”, sayalah Al Haqqu.

Kisah serupa Syekh Siti Jenar ini tidak hanya terjadi di Jawa. Di Banjarmasin seorang Mursyd Tasawuf, Syekh Abdul Hamid ditangkap dan diadili serta dibunuh atas perintah Syekh Arsad sebagai Mufti Kesultanan Banjarmasin kala itu. Terdapat pula cerita kisah yang mirip di Makassar, tentang tiga orang penyiar Agama Islam dari Minangkabau di Sulawesi ; Datuk Ri Tiro, Datuk Ri Bandang dan Datuk Patimang. Dikisahkan bahwa Datuk Patimang dibunuh oleh dua kawannya karena mengajarkan Tasawuf yang tidak boleh diajarkan kepada orang awam.

Prof. Muhammad Rasjidi, tokoh Muhammadiyah yang Menteri Agama pertama R.I menulis disertasi di Sorbone University tahun 1956 bahwa sosok Syekh Siti Jenar tidak ada. Dan itu hanyalah cerita khayalan sebagai peringatan agar tidak mempelajari Tasawuf yang cenderung pada Panteisme karena sangatlah berbahaya masyarakat awam.

Akan tetapi cerita ini pun, meski bertujuan agar masyarakat awam untuk tidak mempelajari Tasawuf namun semakin membuat orang-orang penasaran, mengetahui rahasi lebih dalam lagi dari ajaran ini. Akibatnya Tanah Jawa, terutama Jawa Tengah Kitab-Kitab Primbon Jawa Kuno lebih mempengaruhi kehidupan mereka daripada Syariat Nabi Muhammad yang sejati.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini:
search previous next tag category expand menu location phone mail time cart zoom edit close