Fakhruddin Ar-razi Imam Sains Islam Abad 12

Imam Fakhruddin ar-Razi adalah seorang ulama multidisplin ilmu abad ke-12 M. Pengarang kitab al-Kamil Fi at-Tarikh, Ibnu al-Atsir menjulukinya sebagai Imamnya Ilmu-ilmu Sains pada masanya.

Imam Fakhruddin ar-Razi lahir pada Kamis, 25 Ramadhan 544 H/26 Januari 1150 M di Ray al- Jibal, Iran. Nama lengkapnya Fakhruddin Abu
Abdullah Muhammad bin Umar bin al-Husain bin al-Hasan bin Ali al-Timi al-Bakari at-Tabaristani al-Quraisy al-Razi.

Imam Fakhruddin a-Razi memiliki banyak gelar, di antaranya: Sang imam, Fakhruddin (Kebanggan Agama), Ar-Razi, dan Syaikhul Islam (Guru Islam). Imam Fakhruddin ar-Razi juga memiliki banyak julukan atau panggilan yang disematkan
kepadanya, seperti: Abu Abdillah, Abu al-Ma’ali, Ibnu Khathib ar-Ray, dan Ibnu Khathib.

Ayahnya bernama Imam Dhiya’uddin Umar bin al-Hasan, seorang ahli fikih dan ushul yang berakhlak tasawuf serta mengerti persoalan ilmu kalam. Dhiya’uddin Umar bin al-Hasan bergelar
Syekh al-Khatib ar-Ray.

Jika dirunut kembali, leluhur Imam Fakhruddin ar-Razi merupakan seorang berbangsa Arab yang berasal dari suku Quraisy dari jalur keturunan Sayyidina Abu Bakar Shiddiq, sang khalifah per-
tama umat islam.

Imam fakhruddin ar-Razi telah mengenyam pendidikan agama sejak kecil. Ia mempelajari ilmu teologi dan mazhab dari ayahnya. Sedangkan untuk ilmu hikmah, kalam, dan fikih, ia belajar kepada Majdidin al-Jaili, seorang ulama terkemuka penerus pemikiran Imam al-ghazali yang bermazhab
Asy’ari/Syafi’i.

Namun, setelah ayahnya meninggal, ia melanjutkan studinya di Provinsi Semnah, Iran dan berguru kepada Kamaluddin Ahmad bin Zaid. Merasa tidak puas, ia pun akhirnya melanjutkan studinyahingga ke Merw, Turkmenistan dan Maragheh, Iran.

Perjalanan panjangnya dalam menuntut ilmu Inilah yang menghantarkan Imam Fakhruddin ar- Razi dikenal sebagai imam mufasir, ahli fikih, dan ahli dalam ilmu ushul.

Intrik Kehidupan ar-Razi
Pada masa dewasanya, Imam Fakhrudin ar-Razi menapakkan kakinya di Khawarizm, Iran. Sebagai seorang ahli kalam aliran Asy’ariyah dan bermaz-
hab Syafi’i, ia sangat vokal dalam mengomentari persoalan filsafat dan pemikiran kaum Muktazilah. Akhirnya ia pun dipaksa meninggalkan Khawarizm karena banyak yang tidak menyukainya.

Imam Fakhruddin ar-Razi kemudian pindah ke Herat, Afghanistan dan menetap di sana. Di kota inilah sebuah perguruan tinggi didedikasikan untuknya hingga ia mendapat gelar Syakhul al-Islam.
Meski demikian, ia tetap mendapatkan serangan dari orang-orang yang berseberangan ideologi dengannya. Kali ini tidak hanya dari golongan Muktazilah, tapi juga dari kelompok Karamiyah,
Syi’ah, dan Barbar. Serangan itu sengaja dilancarkan unuk menjatuhkan martabat dan reputasi baiknya di muka publik.

Serangan tersebut terus berlangsung hingga ia menghembuskan nafas terakhirnya pada 1 Ramadhan 606 H/1209 M dalam usia 61 tahun di Herat, Afganistan.

Imamnya Ilmu Sains

Imam Fakhruddin ar-Razi berpendapat bahwa semua disiplin ilmu itu baik, tak terkecuali sains. Landasan pemikiran inilah yang membuat Imam Fakhruddin ar-Razi mempelajari berbagai bidang disiplin ilmu eksakta, yang pada masa itu dianggap bukan bagian dari ilmu agama.
Ia pun akhirnya menguasai berbagai bidang ilmu sains, seperti: matematika, fisika, kedokteran,dan perbintangan. Tidak hanya sekadar mengaguminya, ia juga merupakan pelaku sains sejati.

Hal ini terbukti dari banyaknya buku karangannya dalam bidang sains.
Maka tak ayal, Ibnu al-Atsir, sang pengarang kitab al-Kamil Fi at-Tarikh mengatakan bahwa Imam Fakhruddin ar-Razi adalah imamnya ilmu-ilmu
dunia (sains) pada masanya.

Kategori Buku, Tokoh

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini:
search previous next tag category expand menu location phone mail time cart zoom edit close