IBNU QAYYIM AL-JAUZIYYAHAhli Fikih dan Penulis Produktif Islam Abad Pertengahan

Ibnu Qayyim al-Jauziyyah adalah ahli fikih, teolog, dan penulis produktif yang penting dari era abad pertengahan Islam. Lahir pada 17 Safar 691 H, ia merupakan putra seorang kepala sekolah di Madrasah Jauziyyah, Damaskus.

Lahir dalam tradisi keilmuan yang mumpuni, Ibnu Qayyim al-Jauziyyah berguru kepada banyak ulama terkenal saat itu. Dalam bidang ilmu faraid, ia berguru langsung kepada ayahnya. Untuk ilmu hadis ia belajar dari Syihab an-Nablusi dan Qadi Taqiyuddin bin Sulaiman. Dalam bidang fikih, ia berguru pada Syekh Safiyuddin al-Hindi dan Ismail bin Muhammad al-Harrani.

Namun, sosok yang paling mempengaruhi pemikirannya adalah Syekh Islam Ibnu Taimiyah. Hal ini tidak lain karena ia hidup dan berguru kepada Ibnu Taimiyah selama 16 tahun lamanya.

Banyaknya guru dan lamanya masa studi mem buat Ibnu Qayyim al-Jauziyyah terkenal sebagai salah satu tokoh penting Islam Abad Pertengahan.

Dalam bidang ilmu tafsir, penguasaannya dianggap tiada tandingannya. Pemahamannya terhadap ilmu ushuluddin telah mencapai puncaknya. Pengetahuannya terhadap hadits, makna hadis, serta istinbath-istinbath rumitnya sulit ditemukan tandingannya.

Tidak hanya itu, ia juga sangat memahami dan menguasai tentang ilmu suluk, ilmu kalam, dan isyarat-isyarat yang sering digunakan oleh para ahli tasawuf.
Maka tak heran, ia banyak melahirkan murid-murid yang tak kalah hebat darinya dan telah terbukti keutamaannya. Salah satunya adalah Ibnu Katsir ad-Dymasiqy, pengarang kitab al-Bidayah wa an-Nihayah.

Selain memiliki banyak murid yang terkenal, Ibnu Qayyim al-Jauziyyah juga merupakan ulama yang sangat produktif dalam menulis. Menurut Syekh Bakr bin Abu Zaid karya Ibnu Qayyim al-Jauziyyah tak kurang dari 96 buah dadam berbagai bidang disiplin ilmu, seperti: fikih, hadits, adab & akhlak, dan Tibbun Nabawi.
Meski memiliki ilmu yang luas dan murid yang banyak, Ibnu Qayyim al-Jauziyyah merupakan seorang ulama yang rendah hati dan sangat khusyuk dalam beribadah.

Menurut salah seorang muridnya, Ibnu Katsir, Ibnu Qayyim al-Jauziyyah seorang alim yang selalu memanjangkan shalat serta memperlama ruku’ dan sujud.

Pada malam ke-13 Rajab 751 H/15 September 1350 M, Ibnu Qayyim al-Jauziyyah wafat pada usia 60 tahun. Ia dimakamkan di samping ayahnya di Pemakaman Bab as-Saghir.

Kategori Tokoh

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini:
search previous next tag category expand menu location phone mail time cart zoom edit close