Maulid

Hijaz merupakan daerah yang sangat sulit ditundukan dalam penyebaran Injil. Padahal Kristen lahir di Palestina, tidak jauh dari Hijaz, dan sebelum kehadiran Islam, kristen telah menyebar ke banyak daerah jazirah Arab ; Yaman, Mesir, Habasyah, Irak, tapi tidak dengan Hijaz, hanya satu-dua kabilah yang menganut ajaran Kristen di Hijaz.

Hingga beberapa abad sejak kehadiran Islam yang dibawa oleh Nabi Muhammad, gereja masih saja beranggapan bahwa Islam merupakan sempalan, sekte sesat dari kristen Nestorian monofisit yang berkembang di Timur Tengah yang mengusung Nasionalisme Arab. Bagi mereka saat itu, Muhammad adalah seorang pembawa ajaran sesat, yang menyimpang dari gereja. Barangkali seperti sikap kaum sunni terhadap Syiah atau Ahmadiyah, atau ajaran dari mereka yang mengaku nabi tapi masih dalam koridor Islam.

Pada masa awal Islam pihak gereja menuding Nabi Muhammad, mendirikan gereja nasional Arab yang otentik, yang hendak mensejajarkan diri dengan Byzantium. Nabi Muhammad dengan ajaran Islam tak lebih dari sekadar kontekstualisasi kristen di dunia Arab.

Maka tidak heran, bila dunia kristen sering menghina Nabi Muhammad dan ajaran Islam. Misalnya bahwa Muhammad Nabi Palsu, Al qur’an bisikan setan saat Muhammad mabuk, atau tengah kesurupan dan hal-hal buruk dan tidak pantas lainnya. Karena mereka menganggap bahwa Islam merupakan bidat atau bid’ah dari Kristen.

Setelah 13 abad baru pada konsili Vatikan ke II, yang diselenggarakan tahun 1962, pihak gereja mengakui bahwa secara kesejarahan, Islam dak Kristen punya jalur masing-masing, yang meskipun ada irisan, tapi Islam muncul bukan dari bangunan kekristenan. Artinya Islam bukan bagian dari Kristen Nestorian yang menyimpang.

Namun sayang kecaman dan hujatan terhadap Nabi Muhammad dan ajaran Islam yang telah terlanjur masuk ke alam bawah sadar tidak otomatis lansung hilang, namun sedikit mereda. Penghinaan terhadap Nabi Muhammad tak kunjung mereda. Terlebih di era kebebasan berekspresi, kebebasan berpendapat.

Dari eksternal, non Muslim dan Ateis Nabi Muhammad digempur oleh kartun, komik, film dengan narasi negatif terhadap nabi Muhammad, sementata di internal sebagian kelompok Umat Islam membid’ahkan Maulid Nabi, yang hukumnya haram.

Maulid merupakan salah satu bentuk ekskresi cinta terhadap Nabi Muhammad. Salah satu, berbeda satu-satunya. Tak ada yang tahu pasti bagaimana wujud dan ekspresi cinta seseorang, begitupun cinta kepada Rasulullah. Karena cinta memang soal hati dan setiap kita punya cara masing-masing mengekspresikan luapan hati. Di hari maulid ini beragam ekspresi cinta kaum muslimin terhadap rasulullah. Ada Menuliskan, ada pula yang mendendangkan (sholawat) serta ada pula mengkisahkan perjalanan hidup Rasulullah (barzanji) dan banyak cara lainnya, seperti menyantuni fakir-miskin, anak yatim dan kaum dhuafa, mengadakan pengajian pada momen maulid ini. Karena bukan bagian dari syariat maka tidak ada bentuk baku dalam merayakan maulid Nabi. Ekspresikan kecintaan kepada Rasulullah dengan cara anda sukai, sejauh tidak melanggar syariat. Jangan sampai melakukan maksiat dan kesyirikan.

Soal perayaan maulid, bagaimana mungkin saya tidak bersyukur dan berbahagia dengan kelahiran manusia teragung dan termulia, penutup para rasul, Muhammad Rasulullah Kelahirannya adalah rahmat bagi semesta. Puncaknya adalah pemberi syafaat di yaumil hisab kelak. Sedangkan hari kelahiran putera dan isteri saja saja kenang, meskipun dengan cara sederhana.

Karena cinta dan ekpresinya tidak bisa dikekang dengan aturan yang rigid dan kaku maka hal perayaan Maulid saya ; setuju dengan kelompok yang merayakan maulid dan juga bisa bersepakat dengan mereka yang tidak merayakan maulid dengan alasan masing-masung. Hendak begitu pula mereka yang merayakan agar menghargai saudara seiman yang tidak merayakan. Yakinlah mereka yang tidak merayakan punya cara sendiri dalam mengekpresikan kecintaan kepada Rasulullah, walau kadang tidak diperlihatkan di hari maulid ini.

Sekali lagi soal cinta dan ekskresi masing-masing punya cara sendiri.
Yuk, kita saling menghargai!

Selamat merayakan Maulid Nabi bagi yang merayakan. Semoga kita semua mendapatkan syafaatnya di yaumil hisab kelak, baik yang merayakan maulid maupun yang tidak.

Kategori Telaah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini:
search previous next tag category expand menu location phone mail time cart zoom edit close