Call Centre-Alih Daya-SDM

Ada dua hal yang paling saya hindari dalam berurusan.
Pertama Institusi Pemerintah.
para birokrat yang jika menggunakan jasa mereka memperlakukan kita seperti pengemis. Seolah-olah gaji yang diterima mereka tiap bulan dari pajak yang kita bayarkan adalah kompensasi atas status mereka sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS), kalau kita mau urusan kita lancar dan selesai mereka tidak segan minta uang pelicin.

Kedua Call Centre Lembaga RIBA
Pagi ini saya menggunakan jasa pelayanan keuangan yang selama 12 tahun saya pernah menjadi bagian mereka.
Saya menggunakan jasa pelayanan setor tunai melalui ATM.
Seperti biasa saya insert kartu Debit kemudian ada perintah input PIN selanjutnya terbuka tempat memasukan uang, setelah uang masuk beberapa saat kemudian muncul tulisan di layar monitor “Under Maintanance”.
Saya kaget karena tidak ada keluar struk dan uang juga tidak keluar sedangkan kartu debit keluar.
Saya coba menggunakan mesin ATM yang satunya lagi untuk inquiry transaksi, dari print out tidak terlihat transaksi setor tunai yang baru saya lakukan.
Ini berarti setor tunai saya gagal.
Selanjutnya saya mengubungi call centre untuk melaporkan kejadian.
Setelah beberapa step saya diladeni oleh agen call centre dengan suara yang merdu dan sopan seperti biasanya agent call centre.
Saat veryfikasi data agen call centre mengalami kesulitan karena data saya tidak bisa beliau inquiry karena masih diblokir disebabkan saya pernah menjadi karyawan di lembaga RIBA tersebut.
Padahal saya sudah resign sejak 4 bulan yang lalu dan saya keluar juga dengan cara yang baik dan sesuai prosedur resmi dari lembaga RIBA tsb.
Akhirnya saya disarankan untuk melaporkan ke cabang yang beroperasional dihari libur istilah kerennya week end Banking di daerah kawasan elita selatan Jakarta lengkap saya juga diberi no telepon cabang tsb.
Saya lansung menuju cabang week end banking, setelah sampai ternyata cabang tersebut hanya operasional sampai hari sabtu sedangkan minggu libur.
Saya sempat bertemu dengan dua orang karyawan cabang tsb lalu saya menanyakan operasional cabang tsb.
Dengan sangat angkuh beliau beri jawaban cabang hanya buka senin-sabtu minggu libur. Beliau menyuruh saya menghubungi nomer sakti mereka. Bagi mereka saking sakti nomer tsb semua problem bisa di selesaikan oleh call centre. [Mungkin mereka tidak pernah mengubungi nomer sakti mereka sendiri].
Saya coba jelaskan kembali, saya datang justru atas “PERINTAH” call centre anda.
Mereka kemudian naik mobil dan meninggalkan saya dalam keadaan bengong.
Kalau berhubungan dengan Institusi RIBA selalu kita yang salah dan kalah.
Tidak peduli Mesin mereka yang trouble dan SDM mereka yang perlu ditrainning.
Saat ini saya sudah kalah pulsa Rp 70.000 dan energi untuk mendatangi week end Banking (versi call centre) tapi masalah saya belum clear.
Saya masih berharap dihubungi oleh lembaga RIBA tsb sebagai bentuk apresiasi karena saya sudah menelpon 2 kali dan juga sudah datang ke cabang week end banking versi call centre anda.
Jangan hanya menghubungi saya hanya untuk menawarkan RIBA.

Kategori Esai

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini:
search previous next tag category expand menu location phone mail time cart zoom edit close