Omong Kosong Khalil Gibran

Saya kira omong kosong, utopis, semua orang tua, termasuk saya dapat mengamini Khalil Gibran “…Curahkan semua kasih sayangmu, tapi bukan memaksakan pikiranmu”

Memaksakan sih tidak, tapi mengkondisikan.

Saya mengkondisikan dia menyukai buku seperti saya, mengemari fiksi, punya imajinasi yang luas. Dalam rangka mengkondisikan itu, dulu-ketika masih tinggal di Jakarta saban sabtu atau minggu saya mengajaknya ke Lapak buku, memilihkan buku-buku cerita dibandingkan buku pelajaran. Bahkan sampai sekarang jika disuruh Bundanya mengerjakan PR bersama saya, PR tidak bakalan selesai karena baru beberapa lembar mengisi LKS, topik pembicaraan lansung beralih kepada buku yang tengah saya baca atau kisah-kisah orang hebat terdahulu. Celakanya lagi itu lebih menarik baginya daripada pelajaran sekolah.

Saya bersuka cita, ketika suatu siang, dalam perjalanan menjemputnya pulang dari sekolah. Ia bercerita nilai Ulangan Bahasa Arab 100. Ketika di ulang lagi karena ada beberapa teman sekelasnya belum tuntas, tetap dapat 100. Saya bersemangat. “Berarti kamu memang berbakat Bahasa Arab, cocok masuk Jurusan Sastra Arab”.

Pada kesempatan lain ia bercerita lagi, masih tentang Pelajaran Bahasa Arab. Semacam cerdas cermat. Murid dibagi empat kelompok. Pada tahap pertama nilai kelompoknya tertinggal dibanding kelompok lainnya. Tahap dua ; perwakilan satu orang setiap kelompok maju ke depan untuk saling berebut menyambar pertanyaan guru. Ia maju mewakili kelompoknya, “semua pertanyaan saya jawab dengan benar yah”, terangnya. “Trus menang?”, tanya saya. “Juara 2 je, karena pada tahap pertama, nilai kelompok kami tertinggal jauh”, ia menerangkan.

Awal-awal kelas II, ia ikut Kumon, setelah selesai satu paket saya meminta Bundanya untuk tidak dilanjutkan. “Kasihan dia masih kecil dengan jadwal yang terlalu padat, cukup sekolah dan mengaji saja dulu” pinta saya.

Saya tidak bersemangat kalau nilai Matematikanya tinggi berbeda jika nilai Bahasa dan Ilmu sosialnya yang menonjol.

Kategori My Family

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini:
search previous next tag category expand menu location phone mail time cart zoom edit close