Ambisi dan Ketakutan

Mendengarkan cerita isteri tentang sahabat yang berani memberikan ‘mahar’ agar dapat menjadi ‘abdi negara’, termasuk tentang kecemasan-kegelisahan mereka jika menjalani hari tua tanpa jaminan (baca ; uang pensiunan) menimbulkan impresi kecil kepada saya tentang memaknai kehidupan ditengah kesendirian menikmati hujan yang belum berhenti sejak siang tadi.

Dalam kehidupan ini, sering kali kita saksikan bagaimana manusia menggantungkan harapnya pada angan dan rasio. Padahal semua itu tak lebih dari kalkulasi semu sebatas kapasitas kita sebagai mahkluk yang justru membuat kita semakin terasing, terlempar dalam angan-angan dan kegelapan.

Kalkulasi-kalkulasi rasionalitas yang begitu kuat menghimpit manusia tentu saja pada gilirannya akan menjauhkan manusia dari kesejatian hidupnya, dari kesunyian batinnya. Keterasingan manusia dengan dirinya sendiri, berjejal kegelisahan-kegelisahaan tentang yang akan datang, hal ini akan mengarah kepada kegagalan memaknai diri sendiri, tujuan (akhir) kehidupan.

Pada titik inilah manusia-manusia yang hanya mengandalkan rasionalitas akan dicekam oleh pertanyaan-pertanyaan yang tak bisa dijawabnya sendiri; kebingungan oleh jutaan konsep yang dirumuskannya sendiri. Sehingga Allah yang dekat dirasa jauh; Allah yang maha pengasih dalam menopang hidup kita seolah berada di tempat entah berantah.

Pada tataran selanjutnya menjamurlah ; money game, investasi bodong, segala macam produk jaminan kehidupan dan hari tua bahkan sampai kepada hal yang paling absurd penggandaan uang.

Jika terus berlanjut sampailah pada tahap mereka membutuhkan ‘guru spritual’ sekelas Aa’ G*t*t bahkan yang paling tragis sebagian mesti diugsikan ke ‘Indaruang belok kiri’.

Selamat menunaikan sholat magrib.

Kategori Esai

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini:
search previous next tag category expand menu location phone mail time cart zoom edit close