Kopi

“Coffe Break”,inilah momen yang paling ditunggu oleh para peserta trainning. Di tengah serangan rasa kantuk yang maha dasyat dalam menyimak materi yang sampaikan trainner oleh para kaum urban di kota-kota besar termasuk saya ketika masih mengabdi kepada Cik dan Puan Malaysia.

Black coffe atau sebagian or8ang menambahkan dengan cream, dengan sedikit cemilan menjadi dewa penyelamat agar tetap bertahan walau terkadang harus mendapat amunisi tambahan dengan mencuci muka.

Aroma Kopi jugalah yang mengundang ‘kompeni’ Cournelis De Houtman untuk berlayar ke Nusantara hingga mendarat di Banten tahun 1596, disamping rempah-rempah lainnya disamping pala yang harganya saat itu lebih mahal daripada emas di pasar Eropa.

Kopi adalah minuman seluruh kalangan mulai dari kaum proletar hingga boujois, dari kuli hingga politisi, dari tukang cukur hingga publik figur.

Awalnya kopi dikonsumsi untuk menambah stamina dan meningkatkan energi untuk memulai aktifitas dipagi hari. Hingga muncul istilah “kopi pagi”. Untuk beberapa daerah seperti Aceh dan Bangka Belitung geliat kehidupan masyarakat di mulai dari hiruk-pikuk di Warang Kopi di pagi hari. Biasanya sebelum beraktifitas mereka nongkrong terlebih terlebih dahulu di warung kopi sambil ngobrol.
Obrolan mereka juga bervariasi mulai dari kenaikan tarif listrik, Pilkada, isu terorisme dan ISIS bahkan sampai masalah poligami.

Namun memasuki abad 21 dan era digital kopi bukan hanya sebagai minuman tapi sudah menjadi lifestyle. Warung kopi menjelma menjadi coffe shop,tukang seduh kopi berubah menjadi Barista. Kopi tidak lagi hanya sebagai minuman tapi sudah menjadi gaya hidup atau lifestyle. Coffe shop menjamur di Mall, kawasan bisnis dan perkantoran bahkan sampai di Rumah Sakit. Coffe shop berevolusi tempat meeting para pebisnis , pertemuan petinggi BUMN, kongkow selebritis dan publik figur, bahkan menjadi ‘kantor’ expatriat.

Karena kopi jugalah layar TV anda siang-sore dan malam dihiasi oleh wajah Otto Hasibuan dan Jesicca. Meskipun sudah 14 tahun berlalu kasus kopi Arsenik aktifis HAM juga masih abu-abu walaupun ‘terdakwa’ Polycarpus telah menjadi terpidana masih menjadi perbincangan aktifis HAM.

Nah, pagi ini saya menyangrai biji kopi. Karena berhubung hari ini jamaah haji sedang melakukan wukuf di Arafah. Sedangkan bagi muslim yang tidak melaksanakan haji disunahkan untuk puasa arafah. Maka biji kopi ini saya gunakan untuk mengusir serangga.

Selanjutnya taruh biji kopi yang sudah disangrai sempurna di mangkok terbuka lalu letakan di tempat yang sering didatangi oleh serangga dalam rumah anda.

Selamat mencoba!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini:
search previous next tag category expand menu location phone mail time cart zoom edit close