Tak Usah Ikutan Larang-Larang

Menurut artikel yang ditulis oleh pakar media yang pernah saya baca penonton tidak pernah punya respons tunggal atas apa yang mereka tonton. Mereka punya preferensi, tafsir, imajinasi tersendiri. Terlebih lagi dalam membaca, makanya sering orang ‘gagal paham’ terhadap tulisan di media sosial.

Jadi menurut saya, himbauan Pak Jenderal kepada seluruh jejaran komandonya untuk menonton film G 30 S/PKI tidak ada masalah. Toh sudah banyak referensi lain soal tema tersebut, dan setiap orang bisa punya resepsi yang berbeda-beda.

Akan menjadi persoalan adalah kalau menonton film itu diwajibkan. Seperti zaman Orde Baru. Sekolah menggiring seluruh murid atau siswa ke Gedung Bioskop di Kecamatan untuk menonton film G-39 S/PKI dan Janur Kuning . Atau mewajibkan murid membeli buku Serangan Fajar 1 Maret. Sementara acara menonton film yang lain, digeruduk oleh ormas tertentu dan aparat keamanan.

Jadi tak perlu protes dan larang-larang jika Pak Jenderal mengintruksikan anak buahnya untuk menonton film garapan Arifin C Noor itu. Lho yang disuruh anak buahnya bukan kita. Apa kalian mau jadi militer juga atau seolah-olah seperti Militer yang suka membakar buku, membubarkan diskusi.

Kategori Esai

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini:
search previous next tag category expand menu location phone mail time cart zoom edit close