Nana

Hai…namaku Qiyana Puteri Altaf. Kalian boleh panggil aku Nana atau kalau mau panggil Anna tak apa-apa. Tapi sebel dech banyak juga yang memanggilku Puteri Tidur. Kata mereka aku kebanyakan tidur. Padahal wajar kan bayi bawaanya ngantuk dan selalu tidur. Umurku juga belum setahun. Nanti 19 April Aku baru ulang tahun pertama. hore….hore….hore… kasih selamat ulang tahun dong buat aku. Tapi nanti, jangan sekarang. Yang ngucapin selamat wajib kasih kado. he….he…he….. becanda.

Padahal lebih baik banyak tidur daripada bangun merepotkan mama, nenek, Bunda Icha dan Tante Suci. Itu kan jadi sedih, ingat Bunda Icha dan Tante Suci, sudah pergi meninggalkanku. Bunda Icha ikut suaminya Oom Angga ke Jakarta sedangkan Tante Uci berangkat ke Bali. Tinggal sekarang yang merawatku Mama dan Nenek.

Aku memang lebih banyak tidur tidak daripada seperti Bang Arka yang main terus seharian. Pagi bangun tidur, kalau pintu terbuka sudah kabur ke rumah Uni Maira. Kalau ada yang tahu berhasil dicegat. Terus kalau main di rumah juga mengganggu dan merusak mainan miliknya. Belum puas merusak miliknya sendiri juga sering melemparkan gelas dan piring. Tahu kan kaca mudah pecah. Aku kaget lho saat mendengar gelas pecah akibat dibantingnya. Padahal aku lagi tidur. Eh, terbangun. Dia itu juga suka lempar-lempar batu kalau bermain di halaman. Anjing saja di lemparnya. Walaupun sudah sering diingatkan nenek tapi tapi tetap saja begitu. Biarkan saja lempar-lempar begitu, asal jangan lempar tanggung-jawab saat membuat masalah.

Itu kan, jadi lupa, kalau aku lagi sedih. Ayo coba tebak kenapa? Jangan. Jangan, kalian tak usah mikir biar aku kasih tahu. Kalian pikirkan yang lain saja. Biar aku kasih tahu. Rambut…rambutku yang hitam legam, tebal bergelombang dicukur. Kepalaku dibotak. Padahal tahu kan rambutku bagus bangat, tidak seperti rambut Bang Arka tipis pirang.

Sudah tahu kan kalau aku lagi sedih? sekarang coba tebak siapa pelakunya? Ya ampun masa’ nggak tahu sih, siapa lagi yang suka mencukur rambut dan punya mesin cukur jelek bersuara berisik. Belum tahu juga? Aku kasih satu lagi cluenya ; Dia sering cerita kalau dulu pasien banyak sekali yang minta dipangkas setiap hari minggu. Mulai dari bocah-bocah SD sampai Kakek-Kakek bertongkat. Tapi itu dulu sekali katanya. Lebih 20 tahun lalu. Aku sih nggak percaya karena aku belum lahir. Ya bagaimana mau percaya. Setahuku pasiennya hanya dua alm Ungku (Kakek Buyutku) dan Unggu Enek. Itu pun karena mereka susah tidak bisa jalan untuk pergi ke tukang pangkas, terpaksa menyerahkan kepala untuk urusan rambut kepada orang yang sama yang telah menghabisi rambutku. Tak kasih tahu juga ya , anaknya sendiri nggak mau dipangkas olehnya. Hik.hik.hik Oom Ale nggak mau dipangkas ayahnya sendiri.

Sekarang sudah tahu kan tersangka yang menggunduli kepalaku? Ya kalian benar Ungku Aciak. Silakan ambil hadiah di belakang! Tapi maaf bukan sepeda lho, kayak Jokowi. Tapi Segenggam kwaci..hik.hik.hik. sebel biarin. Emang aku pikirin.

Begini gaes, (emangnya aku udah ABG ya?) saat pelaku datang aku lagi tidur di ayunan. Aku lagi tidur sehingga tidak tahu dia ngobrol sama nenek. Tapi nggak ngobrol saja tepatnya makan nasi goreng sambil ngobrol sama nenek. Kemudian ia pergi menyeberang jalan ke rumah Ungku Enek. Barangkali ia ngobrol sama anak-anak Ungku Enek yang merupakan teman-teman masa kecilnya. Hingga setelah zuhur dia datang lagi. Aku sudah bangun. Dilihatnya rambutku acak-acakan setelah dirapikan Kak Eka beberapa hari yang lalu. Benar juga sih. Rambutku dipotong tapi tidak rata dan rapi. Aku sendiri juga kesal melihat rambutku sendiri.

Sejak Ungku (Kakek buyutku) telah tiada, pasiennya tinggal satu ; Ungku Enek. Dan kemarin rambut Ungku Enek masih pendek. Barangkali tangannya sudah gatel ingin memangkas, jadilah aku korbannya, hingga semua rambutku habis. Botak gundul. Aku jadi sedih lagi.

Nah, aku ceritakan sekarang proses penggundulan yang lama bangat. Lebih dari satu jam. Dengan tiga pisau cukur : dua Gillete biru dan satu Gillete kuning. Pertama dia mau pakai mesin cukurnya yang jelek dan berisik itu. Beruntung aku mesin itu rusak dan nggak nyala. Sehingga terhindar dari suara berisik. Tak putus asa ia keluarkan gunting. Aku digendong mama, rambutku dipotong sependek mungkin secara acak tanpa pola. Bertambah ‘cungak’ karena aku tak hentinya menggerakan kepala ke kiri dan ke kanan. Wah, rambutku tambah jelek pikirku. Aku kan belum tahu kalau akan dibotak. Sampai tidak lagi dapat menggunakan gunting untuk memotong rambutku. Lalu kepalaku dibasuh dengan air dan diberi shampoo. Hore…mandi pikirku. Selama ini aku belum pernah mandi di halaman.

Aah. Ternyata tidak. Kreekk.kreekk.kreek terdengar suara pisau cukur bergesekan dengan kulit kepalaku. Aku terus mengerakan kepala tak henti-henti sambil merengek karena tidak nyaman dan gatal. Setelah cukup lama berhenti. Aku pikir selesai ternyata belum. Pelaku pergi ke warung untuk membeli pisau cukur karena yang tadi sudah tumpul. Balik lagi ternyata nihil di warung terdekat yang dekat sekolahan tidak menjual pisau cukur. Suara motor menderu tak lama kembali lagi membawa pisau cukur yang baru. Kepalaku dihajar lagi. Aku tak henti-hentinya merengek dan mengerakan kepala. Pelaku tidak kehilangan akal, aku diberi Roti Kering. Aku lansung memasukan mulut dan diam hingga tertidur. Saat itulah rambutku benar-benar habis.

Sekarang aku sudah botak gundul. Aku sedih. Tapi kata nenek rambutku akan tumbuh lagi bahkan akan lebih tebal dan hitam. Semoga benar tapi aku nggak mau keriting seperti mama. Walaupun botak tetap keren dan cantik kan? Konon katanya pada zaman dahulu Sinead O Connor yang sekarang mualaf berjilbab dan Dominique Sandra tetap cantik dengan kepala plontosnya. Seperti aku kan!

Kategori My Family

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini:
search previous next tag category expand menu location phone mail time cart zoom edit close