Upaya Al-Ghozali Mengembalikan Tasawuf

Meskipun tak sepenuhnya keliru namun tak dapat dipungkiri anggapan bahwa Tasawuf sudah bercampur dengan hal-hal di luar Islam ada benarnya juga. Ada yang menyebut Tasawuf Islam terpengaruh oleh ajaran Zuhud Nasrasi, Filsafat Yunani terutama Neo Platonisme yang pernah berkembang di Iskandariyah-Mesir pra Islam. Tak sedikit pula yang menuduh Tasawuf Islam diserap dari konsep Nirwana Budha dan kefanaan Hindu yang berkembang mulai dari Lembah Hindustan hingga Persia.

Al-Ghozali yang berupaya mengalirkan kembali Tasawuf ke dalam Sunnah, sesuai ajaran Islam. Al Ghozali yang lahir pada pengujung abad ke-abad ke-5 H, tepatnya 1058 M di Turs, Iran dan meninggal 1111 M berperan besar dalam mewarnai Tasawuf hingga saat ini.

Beliai mengingatkan bahea pangkal utama Tasawuf adalah tauhid. Dari Tauhid melahirkan iman dan cinta. Iman menghadirkan cinta kepada Nabi Muhammad s.a.w. Cinta kepada Nabi Muhammad diwujudkan dalam bentuk menjalankan syariat yang sebaik-baiknya.

Al Ghazel dunia barat menyebutnya. Ia juga berkeyakinan bahwasanya tidak ada jalan untuk merasakan adanya Allah s.w.t selain daripada Tasawuf. Kata beliau juga Ilmu Qalam hanya mengantarkan kita dalam berdebat untuk mempertahankan keyakinan dan kepercayaan kita tentang adanya Allah. Namun Ilmu Qalam tidak dapat mengantarkan kita untuk memberikan kita perasaan itu.

Ihya Ulum-ad-din. Jika diartikan secara bebas ; menghidupakan kembali ilmu agama. Maksudnya ilmu agama (Islam) yang nyaris mati, itulah yang dimaksud beliau.

Awalnya kita belajar Fiqih, kemudian, Ushul Fiqih, sepanjutnya Ushuluddin, tapi kunci ilmu adalah Tasawuf. Dan jika kita lansung saja menyebur ke dalam Tasawuf tanpa memulai dari Fiqih, besar kemungkinan akan tersesat, menjadi Zindiq.

Mendekati Allah namun syariat ditinggal. Sebaliknya jika kita hanya mencukupkan diri dengan fiqih saja (Syariat) dan Tasawuf diabaikan, otak hanya dipenuhi oleh halal-haram tapi jiwa kosong dan gersang. Yang makruh dikerjakan juga dengan alasa “ah, cuma makruh”. Yang sunnah ditinggalkan, setidaknya dilalaikan, sebab “cuma sunnah, tidak wajib”

Al Ghozali membagi ilmu menjadi dua ; ilmu aql dan ilmu qalb. Jika hendak mencari Dia (Allah) tidak dapat dilihat dengan mata, namun dengan hati. Sebab itu kalau hendak melihat Dia, pejamkan mata (bersihkan hati).

Kemewahan dunia dan harta adalah laksana lemak yang mengkerutkan jiwa, sebab itu biarlah engkau fakir. Banyak makan menyebabkan engkau mengantuk dan banyak tidur, sebab itu biarlah engkau lapar dan banyak puasa. Banyak bercakao akan menyebabkan lidah keseleo, oleh sebab itu lebih baik diam. Banyak bergaul dengan orang banyak akan banyak perbuatan yang tidak berfaedah, dan perbuatan dosa kecil, karena tenggang rasa dan akan terhalang mengerjakan ibadah, oleh sebab itu lebih baik menyendiri.

Beliau memandang bahwa itulah langkah Tasawuf, langkah untuk memelihara jiwa sendiri, agar bersih, karena hanya jiwa yang bersih sajalah yang sanggup melangkah mendekati Allah.

Al-Ghozali sangat memperhatikan pembangunan Akhlak dan kebersihan jiwa. Besar jasa beliau mengembalikan Tasawuf ke dalam lingkungan sunnah. Ia menganjurkan memperbanyak zikir, puasa, jangan menoleh kiri-kanan, biar hidup berkekurangan , biar pakaian sederhana, jangan pedulikan dunia. Terimalah takdir Allah dengan sabar. Tahanlah menderiya dari kelaliman raja-raja karena itulah cobaan.

Alhasil jika ajaran Al-Ghozali dituruti keseluruhan, akan muncul jiwa “nrimo”, jiwa mengalah, tentu berselisih dengan inti ajaran Rasulullah agar umatnya berjuang menegakan keadilan dan kemaslahatan ummat.

Tak ada gading yang tak retak. Selain ajaran Al-Ghozali diterima secara luas oleh dunia Islam namun adapula yang menentang ajarannya. Bahkan juga ada ulama yang membakar Magnum Opus Al Ghozali yaitu kitab Ihya Ulum ad-din.

****

Al Albana, Andalas, 28 Dzulhijah 1440

Kategori Historia

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini:
search previous next tag category expand menu location phone mail time cart zoom edit close