Orang Baik-Orang Jahat

Saya percaya baik Jokowi maupun Prabowo adalah orang baik, karena itulah pada pilpres lalu saya pilih keduanya. “Orang baik” dalam artian sesungguhnya, maksudnya orang baik yang manusiawi. Sama seperti saya, anda dan kita semua bahwa setiap manusia pasti mempunyai sisi baik sekaligus sisi buruk. Bukan “orang baik” seperti yang dimaksudkan oleh pemuja fanatiknya ; orang baik yang telah dicabut sisi manusiawinya, sehingga kedua tokoh ini disejajarkan dengan nabi bahkan malaikat tanpa tersisi sisi buruk sedikitpun.

Kenapa demikian ?

Jokowi dianggap “orang baik” oleh pemuja fanatiknya karena membandingkan dengan Prabowo yang mereka benci, begitu juga sebaliknya, Prabowo dianggap “orang baik” oleh pemuja fanatiknya karena membandingkan dengan Jokowi yang mereka musuhi.

Sekali-kali bandingkan kedua sosok ini dengan tetangga yang selalu berbagi makanan setiap kali memasak resep istimewa, berbagi oleh-oleh setiap kali keluar kota atau dengan sukarela mengangkat jemuran anda saat hujan turun ketika anda tidak ada di rumah.

Baik mana coba?

Pengumuman susunan kabinet pagi ini, menempatkan nama Prabowo Subianto sebagai Menteri Pertahanan. Narasi hitam-putih ; “Orang Baik-Orang Jahat” dengan segala prasangka masih saja didengungkan.

Era digital saat ini, mungkin tak seorang pun lupa termasuk pendukung militan kedua tokoh. Kecuali pura-pura lupa. Bahwa pada 2012 Prabowo lah yang “menyeret” Jokowi yang tengah bertugas di Solo untuk “diadu” diperhelatan pemilihan Guburnur DKI Jakarta. Tentu juga Prabowo yang kaya raya lah yang memodali Jokowi-Ahok baik materil maupun kekuatan politik. Menang. Dan sampai akhirnya Jokowi menduduki RI-1 bisa dibilang berkat jasa Prabowo. Tanpa Prabowo barangkali karir politik Jokowi hanya sebatas walikota Solo dua periode kemudian kembali menjadi pengusaha Meubel.

Tentu wajar jika Jokowi ingin membalas jasa Prabowo dengan “menugaskan” Prabowo mengurusi dibidang pertahanan. Selain itu juga cocok. Karena yang paling tepat memang Prabowo untuk menahan serangan dari mantan pendukungnya sendiri.

Selanjutnya pesan yang disampaikan oleh Jokowi maupun Prabowo dengan menempatkan Prabowo sebagai Menteri Pertahanan agar pendukung kedua kubu tidak lagi fanatik buta kepada kepada junjungan masing-masing.

Selesai bukan? “Orang baik” versi sana berkolaborasi dengan “Orang baik” versi sini atau sebaliknya “orang jahat” versi sana berkerjasama dengan “orang jahat” versi sini.

Terserah.

Semoga nurani kembali jernih dan otak kembali waras.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini:
search previous next tag category expand menu location phone mail time cart zoom edit close