JAMBU ; HANYA KESAMAAN NAMA PENAMPAKAN BEDA

Salah satu rutinitas saya ; jika tidak sempat ba’da Subuh berarti ba’da Isya saya menyiram tanaman terlebih dahulu di halaman sebelum masuk ke dalam rumah. Rutinitas ini hanya terhenti jika hujan atau ada hal-hal yang menghalangi.

Di halaman yang tidak terlalu luas ada berbagai jenis kembang, cabe rawit, terong, lenca dan dua pohon mangga yang sudah lama tak berbuah, satu pohon nangka yang berebut sinar matahari dengan pohon mangga serta satu pohon jambu air madu.

Setidaknya ada empat (barangkali lebih) jambu yang familiar dengan masyarakat Indonesia : Jambu air, Jambu Kelutuk/Jambu Biji, Jambu Bol dan Jambu Mete/Jambu Monyet.

Kata jambu ini ‘menggayuti’ pikiran saya sejak rutin menyiram tananaman ini. Setidaknya setiap ujung selang menguyuri pohom jambu air madu di halaman. Saya mencoba buka kembali ensiklopedia tanaman yang masih tersimpan di memori ketika masa kecil dulu ;(1) jambu air ; berwarna putih-kemerahan lebih sering kecut daripada manis seperti jambu air zaman sekarang. Biasa tumbuh tidak jauh dari rumah, (2) Jambu Bol ; berwarna marun, daunnya yang masih muda juga enak dimakan dengan mencocolkan ke setumpuk garam sebelum di masukan ke mulut, biasa tumbuh di lereng-lereng bukit dan pinggiran sungai, (3) Jambu Biji/Jambu Kelutuk, sering ditaman di pekarangan rumah, berbeda dengan ranting Jambu Air yang ringkih dan mudah patah, rantingnya jambu biji sangat kokoh dan lentur, makanya sering dipanjat oleh bocah-bocah untuk mengambil buahnya, cabang yang kokoh sering dijadikan gangsing, juga kelutuk liar juga sering tumbuh di pematang sawah. (4) Jambu Mete ; dikenal juga dengan nama Jambu Monyet, agak sulit ditemukan. Biasanya ditemukan jauh ditengah hutan di antara semak belukar yang lebih lebat dan hanya dilewati oleh para pemburu Babi Hutan. Dagingnya hampir sama sama seperti jambu bol, namun jika belum sempurna kematangannya (berwarna coklat kehitaman) berasa kecut-pahit. Inilah buah yang aneh ; bijinya di luar daging buah.

Kenapa kita (setidaknya dalam Bahasa Indonesia) menyebut Jambu untuk keempat jenis tanaman yang dari ciri fisiologis berbeda satu sama lain. Tidak ada satu genus atau esensi terdekat yang menyatukan keempatnya secara abstrak sebagai jambu. Baik itu bentuk buah, daun, pokok (batang) maupun bijinya berbeda satu sama lain. Bandingkan kesamaan fisiologis nangka, cempedak, sukun dan keluih atau kemiripan semangka, melon dan blewah barangkali lebih mirip durian dengan sirsak dibandingkan jambu air dengan jambu biji.

Penasaran dengan “jambu” menuntun saya masuk ke KBBI Daring, lalu mengetik lema “jambu” dengan hasil seperti screenshoot dibawah. Aneh, untuk lema jambu didefinisikan sangat sederhana berbeda dengan nama buah-buahan lainnya seperti durian, manggis yang dijelaskan dengan sangat spesifik sedangkan , untuk lema jambu dijabarkan sangat umum ; [nama pohon dan buahnya, ada berbagai macam jambu]

Jambu terpahami lewat suatu usaha penghampiran, meski maknanya tak terengkuh. Tetapi agar tak menghasilkan pluralitas makna dan tafsiran, gabungan kata dari jambu justru perlu kita pahami secara spesifik, sehingga kita bisa memahami buah yang kita iris untuk rujak adalah jambu air, kita blender untuk jus adalah jambu biji, dan kita ambil bijinya untuk digoreng adalah jambu mete.
Jadi tak perlu bertanya ini jambu apa? ketika disuguhi Jus Jambu.

Cara masyarakat Indonesia menamakan buah-buahan yang tumbuh di negerinya cukup unik, barangkali bisa dianggap selangkah lebih maju daripada orang barat.

Itu baru dalam hal penamaan buah, buat yang tertarik dengan hal-hal yang tak penting seperti ini coba masuk lebih jauh lagi ke dalam Bahasa Indonesia ; Homofon ; kata yang diucapkan sama dengan kata lain namun berbeda dari segi maksud, seperti buku ; bahan bacaan dengan buku ; bagian di antara dua ruas (tebu, bambu). Homograf ; kata yang sama ejaannya (penulisan) namun berbeda dalam lafal (pengucapan) dan maknanya, seperti apel ; buah dengan apel ; kumpul sebelum masuk kerja. Tahu ; makanan dari kedelai dengan tahu ; memahami sesuatu.

#statusreceh

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini:
search previous next tag category expand menu location phone mail time cart zoom edit close